Bagaimana Pemanfaatan Digital Marketing pada UMKM Terdampak Pandemi COVID-19?

Literasi Digital: “Pemanfaatan Digital Marketing Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi pada UMKM Terdampak Pandemi COVID-19”. (Foto Doc Istimewa).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online Literasi Digital: “Pemanfaatan Digital Marketing Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi pada UMKM Terdampak Pandemi COVID-19”.

Menghadirkan Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc, Anggota DPR RI Komisi I, Sumarno, Koordinator Adopsi Teknologi Digital UMKM, dan Kamaruttamam, ST (Founder Wow UKM, Ketua Komite UMKM Kadin Indonesia).

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Seminar Literasi Digital memiliki beberapa tujuan, diantaranya mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis. Memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.

Memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh APTIKA. Mendorong dan memotivasi UMKM untuk memanfaatkan platform digital sebagai salah satu sarana untuk melakukan pemasaran.

Serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc mengatakan, pemanfaatan digital marketing sangat penting untuk mendorong UMKM, terutama dalam menghindari dan mengatasi dampak dari pandemic Covid-19. Juga pembatasan-pembatasan yang diterapkan pemerintah.

Digital marketing, menurut dia, adalah cara yang harus diadaptasi secara cepat dan mungkin satu-satunya jalan untuk bertahan di situasi yang belum kondusif.

Fadli Zon menambahkan, UMKM memiliki peluang untuk berkembang dan memiliki keuntungan yang besar dari hasil penerapan digital marketing pada usahanya.

Hal sama dikatakan Sumarno. Dia menjelaskan, saat ini Kementerian Kominfo sedang melaksanakan program pendampingan, khususnya yang berada di daerah Bogor dan sekitarnya.

BACA JUGA :  IPW; Kapolri Harus Dicopot.

Karenanya, dia mengajak UMKM untuk bergabung dalam menghadapi gerbang baru yaitu transformasi digital. Dia juga menghimbau para pelaku UMKM untuk memanfaatkan waktu dengan maksimal untuk belajar dari para fasilitator yang sudah siap untuk mendamping.

“Para pelaku UMKM bisa mengikuti kegiatan pendampingan secara online maupun offline di basecamp yang sudah disiapkan dengan fasilitas yang cukup dan memadai,” katanya secara daring di Jakarta, baru-baru ini.

Kamaruttamam, ST mengatakan, identitas usaha terdiri dari brand/merek, tagline/slogan, logo, dan asset digital. Faktor-faktor ini yang dapat menentukan produk dikenal orang, membedakan dengan produk lain, memudahkan komunikasi, menarik perhatian konsumen, mempengaruhi keputusan pembeli, dan membangun loyalitas.

“Karenanya UMKM harus membangun kekuatan branding produknya dengan beberapa cara. Diantaranya melalui media sosial, kemudian menggunakan konten visual, konsisten dalam membangun branding produk, dan menggunakan influencer,” pungkasnya. (Bb-69).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *