Praktisi Olahraga: Indonesia Perlu Pilih Cabor di Olimpiade Agar Bisa Bersaing

Suasana sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menghadirkan Menpora Zainudin Amali dan Praktisi Olahraga UNJ Del Asri secara virtual, Rabu (1/9). (Foto: Kemenpora)

JAKARTA- Indonesia selalu mengirimkan atlet-atlet terbaiknya pada setiap kali Olimpiade. Namun, saat ini Indonesia diminta memilih cabang olahraga yang pantas bersaing di Olimpiade agar menghasilkan medali.

Permintaan itu disampaikan Praktisi Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Del Asri saat menjadi narasumber pada webinar dengan tema Sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang digagas Persatuan Wartawan Indonsia (PWI) Pusat bersama Kemenpora RI, Rabu (1/9/2021).

“Harus memilih cabor yang kita punya keunggulan di Olimpiade. Jangan semua cabor disuruh bersaing. Dari segi bakat memang luar biasa atlet kita, sekarang perlu dibungkus,” kata Del Asri.

Di sisi lain, Indonesia juga perlu mengangkat produk dalam negeri agar jadi apparel pada event internasional. Indonesia perlu mencontoh Thailand yang memiliki produk FBT yang selalu menjadi sponsor resmi SEA Games. “Kita ketergantungan impor peralatan masih sangat tinggi, sangat sedikit dari lokal. Thailand sudah punya FBT dan itu selalu ada di gelaran SEA Games,” jelasnya.

Del Asri menyatakan, sesungguhnya secara kualitas produk Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Tapi masalahnya, lanjut dia, di dunia internasional ada persyaratan agar produk dari negara tertentu bisa diterima, yakni harus dapat sertifikasi dan diakui federasi internasional.

“Contoh menarik adalah China saat jadi tuan rumah Youth Olympic Games 2014. Secara ekonomi tidak menguntungkan event Youth Olympic, namun mereka mengajuka  semua peralatan yang dipakai adalah merek China. China harus melobi ke IOC dan mendapat persetujuan dari federasi internasional. Mereka berhasil,” jelasnya.

Untuk itu, wacana kerjasama antara Kemenpora dengan Kemenperin tentang pengembangan peralatan olahraga dalam negeri perlu didukung. Jika ini berhasil, maka produk lokal bisa masuk ke pasar nasional dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat. Ini juga bisa menjadi awal kebangkitan produk lokal menuju internasional.

BACA JUGA :  Menpora Minta Pembangunan GOR Indoor Manahan Tidak Nanggung

“Artinya kita perlu dorong produk lokal agar bisa memenuhi standar yang ditentukan Kemenperin. Bagaimana produk ini punya SNI karena itu salah satu syarat agar produk bisa beredar di dalam negeri,” ungkapnya.

Sosialisasi dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Praktisi Olahraga UNJ Del Asri dengan moderator Ketua Siwo PWI Pusat Gungde Ariwangsa.

Sementara sesi kedua menghadirkan Menpora Zainudin Amali sebagai opening speech dengan moderator wartawan senior Mahfudin Nigara. (bal/68)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *