Peran Ortu dalam Pendampingan Pembelajaran Adalah Kunci.

Literasi Digital: “Peran Orang Tua dalam Pendampingan Pembelajaran; Menyambut Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi”.(foto Doc Istimewa).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online Literasi Digital: “Peran Orang Tua dalam Pendampingan Pembelajaran; Menyambut Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi”.

Menghadirkan Imron Amin, S.H.,M.H, Anggota DPR RI Komisi I, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc, Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI dan Eva Sylvana N. M. Psi, Psikologi (Psikologi Anak Remaja, Founder ATENSI Anak Remaja).

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Seminar Literasi Digital memiliki beberapa tujuan, diantaranya untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis. Memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.

Memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh APTIKA. Mendorong dan memotivasi peran orang tua dalam pendampingan pembelajaran dimasa pandemi.

Serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjelaskan, dimasa pandemi dan pesatnya teknologi, telah mengubah aktivitas seluruh masyarakat dalam melakukan kegiatan sosial. Dia sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam transformasi digital Indonesia.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan masyarakat digital. Dimana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peran yang sangat penting. Karena dalam upaya transformasi digital, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri sehingga peran masyarakat sangat dibutuhkan,” kata Semuel Abriani secara daring di Jakarta, baru-baru ini.

Karenanya, Kominfo dan Siber Kreasi serta stakeholder lainnya terus berupaya mengadakan kegiatan literasi digital, guna mencapai tingkat literasi yang optimal.

BACA JUGA :  Ketua KPU Tangsel Meninggal Dunia Positif Covid-19

R. Imron Amin, SH, MH menambahkan, program belajar dari rumah dilaksanakan secara mandiri di rumah masing-masing. Adanya kebijakan tersebut membuat orang tua kembali lagi menguatkan perannya untuk menjadi pendidikan pertama dan utama bagi anak.

“Dalam masa pandemi ini kita saling bahu membahu dan harus satu frekuensi untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata R  Imron Amin.

Dia juga mengimbau kepada orang tua agar pengawasan kepada anak dalam menggunakan teknologi lebih diperketat. Agar teknologi bisa digunakan sebijaksana mungkin terhadap anak-anak. Turunannya, anak-anak akan terhindar dari berita-berita hoax yang sangat merugikan bangsa.

Senada, Eva Sylvana N. M. Psi, Psikologi menjelaskan, di masa pandemi Covid 19 ada dua hal penting dalam pembelajaran online.

Yaitu adanya kolaborasi antara orang tua dan guru. Atau kerjasama dan komunikasi antara orang tua dan guru.

“Karenanya saya mengimbau kepada para orang tua, dalam gaya pengasuhan terhadap anak merupakan serangkaian sikap yang ditunjukan orang tua kepada anak,” katanya, sembari menambahkan, semua itu dilakukan untuk menciptakan iklim emosi yang terbentuk sebagai hasil interaksi orang tua dan anak.

Agenda ini diharapkan mampu membuat masyarakat dapat melakukan literasi digital. Sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia. (G20)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *