Mahasiswa UNKRIS Segel Pintu Rektorat

Aliansi Mahasiswa Peduli UNKRIS melakukan unjuk rasa di kampus setempat, Jalan Raya Jatiwaringin, Pondokgede, Bekasi, Jumat (27/8). (Foto: istimewa)

BEKASI- Puluhan mahasiswa Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli UNKRIS melakukan unjuk rasa di kampus setempat, Jalan Raya Jatiwaringin, Pondokgede, Bekasi, Jumat (27/8). Dalam aksinya, mereka menyegel pintu rektorat dengan rantai dan gembok sebagai bentuk kekecewaan.

Aksi tersebut digelar dengan mengusung spanduk berisi tulisan tuntutan terhadap pihak rektorat tentang dua hal. Pertama, yakni atas kebebasan akademik yang dibungkam dengan adanya premanisme/organisasi masyarakat di dalam kampus dan diperkecilnya ruang gerak untuk memberikan pendapat.

Mahasiswa menuntut pihak rektorat agar menyelesaikan kasus Abdul Rivai yang diberhentikan sebagai rektor secara sepihak. Terlebih selama ini, pihak mahasiswa menilai tidak pernah mendapatkan tanggapan yang fair dan transparan terkait pemberhentian Ahmad Rivai.

“Buat apa ada orang dari luar dan datang ke kampus dengan tujuan bukan untuk kuliah. Pihak kampus seharusnya membuka ruang diskusi, menyamakan persepsi dengan kami,” ujar Ketua BEM UNKRIS dari Fakultas Ekonomi, Muh. Feby Dwi Laksono dalam orasinya.

“Kalau tujuannya mengintimidasi, sangat meresahkan. Mari kita buka data apa yang sebenarnya terjadi. Pengangkatan atau pemberhentian rektor, harus sesuai aturan main,” tegasnya.

Ketua BEM UNKRIS dari Fakultas Teknik, Kleofas Barnabas menambahkan, pihak kampus seharusnya memberikan contoh bagus dalam proses pembelajaran demokrasi.

“Kami tidak mau ada lagi premanisme. Kami bisa diajak baik-baik untuk duduk bareng. Sehingga tidak perlu membayar orang untuk  menindas kami,” tambahnya.

Sementara itu, dukungan diberikan Ikatan Keluarga Besar Alumni UNKRIS (IKEBA). Dikatakan juru bicara IKEBA, Binariman, sangat menyayangkan tidak adanya satu pun perwakilan kampus berada di ruang tersebut. Padahal, masih dalam waktu kerja.

“Ada apa mereka lari dan bersembunyi? Mari sama-sama kita lakukan perbaikan. Jangan dibiarkan terus kesalah demi kesalahan. Kami juga ingatkan, jangan sampai segel ini dibuka,” tegasnya. (bal/68)

BACA JUGA :  Kehadiran Teknologi dapat dijadikan Penguat dari Proses Pembelajaran

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *