Bagaimana Kiat Melindungi Data Diri di Era Digital?

Literasi Digital: “Melindungi Data Diri di Era Digital”. (Foto Doc Istimewa).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online bertema Literasi Digital: “Melindungi Data Diri di Era Digital”.

Menghadirkan Irine Yusiana Roba Putri, Anggota Komisi I DPR RI. Ulfah Diah Susanti, SubKoordinator Kerjasama Internasional Bidang PDP Kementerian Kominfo RI serta Engelbertus Wendratama, M.A, Dosen Jurnalisme Ilmu Komunikasi UGM.

Seminar daring ini sebentuk dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dengan beberapa tujuan, di antaranya untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis.

Memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh APTIKA.

Mendorong dan memotivasi agar masyarakat Indonesia mampu menjadi pelaku Industri Startup dan Ekonomi Digital demi meningkatkan kesejahteran.

Serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Irine Yusiana Roba Putri mengatakan, Pemerintah terus berupaya secara sistemik agar data pribadi terlindungi. Sehingga masyarakat aman dan nyaman dalam bersosial media.

Mengingat massifnya sistem informasi, muncul kekhawatiran 0ada keamanan data pribadi.

“Literasi digital menjadi bagian penting dalam upaya memasuki transformasi kehidupan yang dikenal dengan era disrupsi teknologi,” kata Iriana Yusiana di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menambahkan, kita harus menjaga data pribadi, karena jika data diri kita bocor maka akan merugikan bagi diri kita sendiri.

“Seperti penyalahgunaan data pribadi demi kepentingan marketing produk tanpa persetujuan kita,” katanya lagi sembari mengimbau masyarakat untuk menghidupkan narasi positif dalam bersosial media.

BACA JUGA :  Praktisi Hukum: Kasus Indosterling Murni Kasus Perdata.

Ulfah Diah Susanti dalam paparannya mengatakan, di era digital membutuhkan data pribadi yang diproses untuk menggunakan aplikasi dan mendapatkan berbagai layanan.

Namun terdapat potensi kebocoran dari data diri kita, sehingga perlu melakukan beberapa antisipasi dengan beberapa cara, yaitu Human agency and oversight: Empower human and proper oversight by human; Technical Robustness and safety: Secure, Accurate, Reproducible; Privacy and data governance: Quality, Integrity, Legitimized Access.

“Oleh karena itu pemerintah menyiapan beberapa regulasi pendukung tersebar pada berbagai macam sektor (keuangan, kesehatan, kependudukan, telekomunikasi, perbankan, perdagangan, dan lain-lain) pada kurang lebih 32 regulasi,” jelasnya.

Engelbertus Wendratama, M.A menjelaskan, bahwa data pribadi adalah informasi yang membuat seseorang bisa dikenali secara langsung maupun tidak langsung.

Data ini mencakup, antara lain, nama, agama, dan keberadaannya, hingga alamat IP dan rekaman kegiatan berinternetnya. Tantangan saat ini, katanya, adalah data pribadi tersebar dimana-mana, padahal data pribadi bersifat rawan, dan bisa merugikan pemilik data secara langsung maupun tidak.

Hal ini terjadi akibat perkembangan media sosial, pudarnya batasan antara info yang layak disebar/di-share dan mana yang tidak.

Kasus-kasus akses ilegal/legal, yang membuat data pribadi diperjualbelikan, untuk penipuan, dan lain sebagainya. Wendra memberikan beberapa masukan untuk menjaga keamanan digital anak-anak.

Antara lain dampingi anak dalam menggunakan gawai, berikan pemahaman tentang risiko yang dibawa internet dan aplikasi apa saja yang boleh ia gunakan, batasi waktu penggunaan gawai, berikan pemahaman tentang jejak digital dan hubungannya dengan masa depan.

“Pantau akun medsos anak Anda,” pungkasnya. (Bb-69).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *