Mengelola Keuangan Dengan Bijak di Tengah Pandemi.

Literasi Digital: “Mengelola Keuangan di Tengah Pandemi”. (Foto Doc Istimewa).

JAKARTA, Suaramerdekajkt com
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online bertema Literasi Digital: “Mengelola Keuangan di Tengah Pandemi”.

Menghadirkan Dede Indra Permana, S.H, Anggota Komisi I DPR RI. Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc, Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI,Alan Faisal Mukhlas, MBA,Banker Enthusiast.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dengan tujuan di antaranya mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis.

Memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh APTIKA.

Mendorong dan memotivasi agar masyarakat Indonesia mampu menjadi pelaku Industri Startup dan Ekonomi Digital demi meningkatkan kesejahteran, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjelaskan, dimasa pandemi dan pesatnya teknologi telah merubah aktivitas seluruh masyarakat dalam melakukan kegiatan. Turunannya mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam transformasi digital Indonesia.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan masyarakat digital, dimana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peran yang sangat penting,” kata Samuel, baru-baru ini via platform zoom meeting.

Karena dalam upaya transformasi digital, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri, sehingga peran masyarakat sangat dibutuhkan. Sehingga Kominfo dan Siber Kreasi serta stakeholder lainnya terus berupaya mengadakan kegiatan guna mencapai tingkat literasi yang optimal.

Dede Indra Permana, S.H mengingatkan para peserta untuk dapat selalu bijak dalam menggunakan sosial media. Apalagu di masa pandemi penggunaan teknologi dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas kehidupan.

BACA JUGA :  Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) bahas tantangan kesehatan global

Alan Faisal Mukhlas, MBA menjelaskan bagaimana mengelola keuangan di tengah pandemi. Menurut dia, dampak pandemi Covid-19 pada ekonomi, terdiri dari dampak langsung dan tidak langsung.

Dampak tidak langsung berupa ekonomi nasional yang melemah, sektor usaha menurun, pendapatan negara berkurang, inflasi, dan stock market yang menurun. “Sementara untuk dampak langsung pandemi terhadap ekonomi adalah harga bahan baku yang naik, pengangguran meningkat, daya beli menurun, dan biaya meningkat,” katanya.

Lalu bagaimana kiatnya memulihkan
ekonomi nasional? Dengan melakukan percepatan realisasi program perlindungan sosial (perlinsos, percepatan penganggaran dan realisasi Bantuan Produktif Usaha MIkro (BPUM), program padat karya kementerian/lembaga (K/L). “Serta insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan bermotor dan PPN perumahan; dan percepatan program vaksinasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, mengelola keuangan saat pandemi, caranya dengan menemukan sumber pendapatan lain, creative dalam menciptakan pendapatan, tidak tergiur diskon belanja online, mempersiapkan dana darurat, dan berinvestasi yang aman.

Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melek literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia. (Bb-69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *