Lebih dari 90 Perguruan Tinggi Tergabung dalam Kampus Merdeka Bank Indonesia

SMJk/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Nizam menyebut bahwa program Kampus Merdeka Bank Indonesia (KMBI) pada awalnya hanya diikuti oleh enam perguruan tinggi, hingga saat ini sudah lebih dari 90 perguruan tinggi yang tergabung.

“Saya berharap dunia pengembangan keilmuan di perguruan tinggi yang menggunakan pendekatan akademis dapat sesegera mungkin berinteraksi dan berkolaborasi dengan kebutuhan nyata dunia profesi, sehingga dapat melahirkan talenta-talenta unggul untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Nizam menjelaskan bahwa program Kampus Merdeka merupakan terobosan baru untuk mengubah pembelajaran di perguruan tinggi dengan mengawin silangkan antara dunia perguruan tinggi dan kampus kehidupan.
Pasalnya, dunia profesi seringkali menilai bahwa lulusan perguruan tinggi tidak siap menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.

“Dalam menyiapkan kurikulum pembelajaran di perguruan tinggi, biasanya perguruan tinggi merancang kurikulum yang akan diimplementasikan untuk 5 tahun ke depan berdasarkan kondisi hari ini yang didukung oleh masukan dari para alumni serta pelaku industri,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Nizam, ketika kurikulum tersebut diimplementasikan selama 5 tahun ke depan, terdapat perubahan dalam dunia industri yang terjadi cukup pesat sehingga sering terjadi miss antara hasil pendidikan tinggi dengan apa yang dibutuhkan di dunia profesi.

Untuk itu, melalui program Kampus Merdeka, mahasiswa yang memiliki passion dan mempunyai aspirasi yang sangat beragam pasti akan diberikan kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, hardskill, softskill dari dunia profesi yang akan mereka masuki. Selanjutnya, terjadi transformasi secara evolutif untuk menghasilkan sarjana-sarjana yang unggul dan sesuai dengan kebutuhan dunia profesi yang terus berubah.

“Seperti halnya program Kampus Merdeka Bank Indonesia ini akan memberikan kesempatan untuk para mahasiswa merasakan experience yang tidak mungkin mahasiswa dapatkan di kelas, seperti kegiatan langsung di dalam Bank Sentral,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Hakteknas Jadi Momentum Bangkitkan Rasa Percaya Diri Kembangkan Karya Inovasi

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo mengatakan Bank Indonesia melalui Bank Indonesia Institute telah menjalin kolaborasi dengan banyak perguruan tinggi, baik itu di bidang research, program penelitian, training of trainers, pengabdian masyarakat, magang Kampus Merdeka, serta program-program lainnya.

“Program Magang Kampus Merdeka Bank Indonesia (KMBI) yang diluncurkan sejak 24 Agustus 2020 lalu merupakan upaya perluasan dari kegiatan kerja sama di bidang tridarma perguruan tinggi sebagai bentuk inovasi dan pembelajaran riset yang dilaksanakan untuk mempersiapkan SDM unggul di era digital yang memiliki daya saing, wawasan yang luas, dan kesiapan mental untuk memasuki dunia kerja,” kata Dody.

Dody menyebut KMBI dirancang dengan struktur yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dari sisi knowledge, skills, dan attitude.

“Oleh karena itu, program KMBI mengintegrasikan tiga kegiatan berupa learning, research project, dan working experience untuk mengaplikasikan teori kontekstual di dunia kerja nyata untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sesuai dengan keminatan di bidang kebanksentralan digital,” tuturnya.

Peserta juga akan mendapatkan beberapa manfaat dari program KMBI, di antaranya peserta akan dibekali dengan modul-modul pembelajaran wajib, pilihan dan pelengkap sesuai dengan topik proyek riset yang akan dilaksanakan, peserta juga berkesempatan untuk menerapkan ilmu dari kampus dalam proyek riset di satuan kerja penempatan, serta tentunya peserta akan mendapatkan pengalaman praktik kerja di area kebijakan utama dan kebijakan pendukung Bank Indonesia. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *