Bagaimana Menjaga Keamanan Akun Media Sosial dan Penanggulangannya dari Kejahatan Peretasan.

Literasi Digital: “Menjaga Keamanan Akun Media Sosial dan Penanggulangannya dari Kejahatan Peretasan”. (Foto Doc Istimewa).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online bertem Literasi Digital: “Menjaga Keamanan Akun Media Sosial dan Penanggulangannya dari Kejahatan Peretasan”.

Menghadirkan tiga pembicara mumpuni pada bidangnya, yaitu Dede Indra Permana, S.H, Anggota Komisi I DPR RI. Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI serta Damas Agung Firmansyah, SE, Akt, Founder Startup & CTO Perusahaan IT Solution.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Seminar memiliki beberapa tujuan di antaranya mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis. Memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.

Memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh APTIKA. Mendorong dan memotivasi agar masyarakat Indonesia mampu menjadi pelaku Industri Startup dan Ekonomi Digital demi meningkatkan kesejahteran;l.

Serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Seminar dimulai pada pukul Jumat, (13/ 2021 ) siang via platform zoom meeting, 15 menit sebelumnya ditampilkan video-video yang berkaitan dengan literasi digital.

Dede Indra Permana, S.H. yang memberikan paparan terkait bijak dalam bersosial media, menjelaskan bagaimana kondisi internet di Indonesia tahun 2021, pengguna sosial media terbanyak di Indonesia, pemanfaatan internet dan sosial media, bahaya dalam bersosial media serta peran pemerintah dan DPR.

Dede Indra juga menyampaikan kepada para peserta di masa pandemi ini harus tetap produktif serta menaati protokol kesehatan, dan mendukung kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah.

BACA JUGA :  Atalia Ridwan Kamil Positif Covid-19

Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjelaskan bahwa di masa pandemi dan pesatnya teknologi, telah merubah aktivitas seluruh masyarakat dalam melakukan kegiatan. Dengan mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam transformasi digital Indonesia.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan masyarakat digital dimana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peran yang sangat penting,” katanya.

Karena dalam upaya transformasi digital, imbuh dia, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri sehingga peran masyarakat sangat dibutuhkan. Sehingga Kominfo dan Siber Kreasi serta stakeholder lainnya terus berupaya mengadakan kegiatan guna mencapai tingkat literasi yang optimal.

Senada, Damas Agung Firmansyah, SE, Akt menjelaskan terkait social media dan hacking. Dalam paparannya, dijelaskan kelebihan dan kerentanan dalam menggunakan social media.

Ketika seorang menggunakan social media maka harus menerima resikonya, yaitu siap bahwa data akan bisa dikonsumsi oleh banyak pengguna lain dan peluang data pribadi untuk diretas semakin besar.

“Metode peretasan yang umum digunakan, yaitu phising, malware, virus, click-jacking, ddos, waterhole, rainbow table attack, brute force, cookies, social engineering,” katanya.

Dalam paparannya dijelaskan bagaimana cara mengamankan media sosial dari aksi peretas, seperti dengan selalu up to date untuk OS baik di Handphone ataupun Komputer.

“Dengan mengguunakan Antivirus dan aktifkan perlindungan firewall pada OS; menghindari penggunaan WIFI pada jaringan public (kafe, hotel, tempat umum, dsb); tidak menggunakan Software atau aplikasi bajakan; mengaktifkan two factor authentication, tidak membagi informasi pribadi pada halaman media sosial, dan banyak cara lainnya,” imbuh dia.

Dari 170 peserta, terdapat delapan pertanyaan yang terpilih. Sesi diskusi berjalan interaktif antara narasumber dan peserta.

Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melek literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia. (Bb-69).

BACA JUGA :  Jasa Marga Catat 153 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *