Gerakan Sosial Masyarakat Madani: Seniman dan Praktisi Street Art Berkolaborasi.

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Seniman jenis Street Art di dunia seni rupa paling mungkin membuat gerakan sosial secara nyata di masa pandemi.

Menimbang, karakter mereka tak hanya mampu mengekspresikan karya-karya visual yang sifatnya individual, tapi juga kerja-kerja komunal dan menyentuh publik secara langsung (outdoor).

Seniman Street Art secara riil juga mampu berkolaborasi dengan siapapun untuk mengembangkan diri dengan kelompoknya pun komunitas-komunitas lintas disiplin di sektor ekonomi kreatif, kultural bahkan sosial.

Penyelenggaraan zoominar bertajuk “Social Movement on Street art in the Time of Pandemic” akan digelar pada pukul 20.00 WIB pada Jumat, 13 Agustus 2021, ini bersifat terbatas dan tidak untuk publik umum.

Hanya sebagai gerakan awal, dengan mengundang sejumlah pihak yang paling berpengaruh pada pemetaan seniman, jejaring dan identifikasi isu-isu sosial, kemungkinan pembuat akses-akses kultural di luar dunia seni rupa. Serta ekspresi unik dalam konteks kerja sosial seniman yang berpartisipasi di seminar terbatas ini.

Juga sejumlah individu-individu para praktisi ekonomi kreatif yang saling berkolaborasi.

Di masa depan, seminar akan dilanjutkan minimal sebulan sekali dengan topik dan pembicara lebih majemuk dengan pendekatan berbeda-beda.

Yang akan diviralkan ke seluruh Indonesia lewat cyber media, digital influencer atau pun jejaring komunitas fisik.

Pembicara Zoominar Ke-I, Jumat 13 Agustus 2021, 20.00WIB:Bambang Asrini, Moderator Zoominar dan Kurator Seni dari Jakarta Art Movement, Jakarta Ali Kusno, Owner Rumah Lelang 33 dan Media Eksibisi Online L Project, Jakarta-Singapore Aidil Usman, Ketua Dewan Kesenian Jakarta Komite Seni Rupa dan Cikini Art Stage, Jakarta Budi Pradono, Arsitek & BPA Studio dan Kurator Bintaro Design District, Jakarta Arahmaiani, Seniwati dan Aktivis, JogjakartaAdi Panuntun, Vice Chairman Bandung Creative City Forum (BCCF), Bandung Farhan Siki, Seniman Street Art, JogjakartaF.W Pei, Founder Yayasan Agen Kultur dan Tangerang Art District, Tangerang Isa Perkasa, Seniman & Kurator Galeri Pusat Kebudayaan Bandung dan Pendiri Institut Drawing Bandung.

BACA JUGA :  Prakongres Musik Tradisi Nusantara Hasilkan Tiga Rumusan Kebutuhan Perlindungan

Misi dan Visi.

Misi dan Visi acara Zoominar, sebagaimana dijelaskan Bambang Asrini, adalah mempertemukan berbagai pihak berlatar beragam, profesi.

Seperti desainer, arsitek, ketua komunitas dan perkumpulan, pemilik rumah lelang, seniman street art dan aktivis, penggiat budaya dan pejabat pemerintah dan membuka akses- akses dimanapun.

Yang mampu bersinergi antara satu dan lainnya dengan menimbang bahwa:

1.Seniman street art masih tetap bertahan di kala pandemi secara ekonomi, selain mereka yang terkena dampak infeksi Covid 19 juga yang telah mengalami isolasi mandiri dan bertanggung jawab pada keluarga internal serta mereka yang dirawat di pusat kesehatan masyarakat setempat.

2. Dengan menimbang ada ribuan seniman jenis ini di Tanah Air. Maka, ada gagasan untuk membantu mereka yang terdampak pandemi, sesama seniman saling banrtu sekaligus memberi manfaat publik sekitarnya sendiri.

Mereka diharapkan akan membuat kampanye masif penerapan protokol kesehatan, membantu akses medis (penyediaan info lokal) juga pemberdayaan sektor ekonomi kreatif.

3. Munculnya gagasan tentang sebuah rekayasa sosial dengan berbasis kantung-kantung komunitas di desa dan kota melalui tembok-tembok, benda-benda pakai dan apapun bentuknya mengkampanyekan keprihatinan bersama saat pandemi, intinya kembali ke akar: gotong royong.

4. Jenis seniman street art yang paling mungkin melakukannya. Disamping itu, mereka seniman- seniman kolektif yang menguasai pembuatan pesan-pesan visual.

Yang dipahami secara sederhana oleh masyarakat dari strata kelas manapun.

Dengan jalan itu, mereka bisa mandiri dengan kekuatan komunal, berkembang di lingkungannya masing-masing, dan tentunya sangat minim hanya beraktifitas menunggu dukungan dari manapun.

5.Aktifitas Gerakan sosial ini semoga akan diduplikasi secara masif dan menasional menyesuaikan kondisi-kondisi lokal dan karakter kultural alamiah seniman-seniman street art di pelosok Tanah Air.

BACA JUGA :  KlikFilm Hadirkan Tiga Film Nasional Terbaru.

Dan akan diselenggarakan program-program kreatif secara mandiri di lingkungannya masing-masing.

Terbuka kesempatan berkolaborasi dengan jenis seniman dalam konteks medium apapun, seperti pelukis, sastrawan, film maker, penari dan pelaku teater, desainer, pengggrafis, arsitek, pembuat jejearing komunitas, akademisi dan kampus serta cendekiawan sosial juga saintis.

6. Gerakan sosial ini tentunya terbuka mendapatkan dukungan dari manapun, baik material pun immaterial untuk berkolaborasi, saling bantu baik dengan sektor privat, korporasi pun pemerintah.

Penyelenggara dan Penggagas Gerakan Sosial: Bambang Asrini, Aidil Usman, Farhan Siki, F.W Pei dengan jejaring kerja di Jakarta Art Movement (JAM), rumah budaya Agen Kultur dan Tangerang Art District (TAD) serta perkumpulan seni dan budaya Cikini Art Stage (CAS). (Bb-69).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *