Program Riset Keilmuan dapat Disinergikan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbudristek, Sofwan Effendi (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) terus melakukan kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperluas ruang lingkup dan sasaran pada program-program yang dilakukan oleh LPDP.

Oleh karena itu, Ditjen Dikti menggandeng LPDP agar pemanfaatan dana abadi pendidikan lebih optimal. Tidak hanya diberikan dalam bentuk beasiswa namun juga riset keilmuan.

“Program riset keilmuan ini dapat disinergikan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dosen dapat mengajak mahasiswa untuk melakukan penelitian bersama dengan sejumlah mitra,” ujar Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbudristek, Sofwan Effendi dalam Peluncuran Program Riset Keilmuan secara daring, Selasa (3/8).

Selain mendorong riset dosen, juga mempersiapkan mahasiswa menjadi calon-calon peneliti yang handal. Melalui kemitraan dengan industri dan lembaga atau komunitas lainnya.

“Program ini, juga diharapkan dapat dihilirisasi menjadi kebijakan-kebijakan, dan atau produk-produk yang dapat meningkatkan daya saing bangsa,” tuturnya.

Sofwan menjelaskan bahwa terdapat empat skema riset yang bisa dilakukan yaitu hibah riset mandiri dosen, hibah riset kewirausahaan, hibah riset desa, dan hibah riset kegiatan kemanusiaan.

“Melalui program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan dan mendorong percepatan dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan riset di perguruan tinggi, meningkatkan mutu dan kompetensi dosen dan mahasiswa sebagai periset,” jelasnya.

Selanjutnya, meningkatkan dan mendorong kemampuan meneliti dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi untuk bekerja sama dengan industri mitra, hingga menggabungkan kegiatan riset dengan program pembelajaran dalam kegiatan penelitian mahasiswa.

Sementara, luaran dari riset tersebut yaitu model atau rancangan kegiatan MBKM dalam skema studi atau proyek mandiri, publikasi, dan luaran tambahan seperti buku, video, hingga publikasi di media massa.

BACA JUGA :  Mahasiswa diberikan Kesempatan Terjun Bangun Desa Melalui PHP2D

Para dosen dapat melakukan pendaftaran melalui tautan https://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/risetkeilmuan.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam meminta agar riset di perguruan tinggi fokus pada kemaslahatan yang lebih besar seperti kemajuan ekonomi maupun kemajuan industri Indonesia. Dalam program riset ini, lanjut Nizam, para dosen peneliti harus melibatkan sedikitnya lima orang mahasiswa yang telah menyelesaikan studi hingga semester lima.

Mahasiswa tersebut juga dapat mengkonversinya dengan 20 SKS ketika mengikuti dosennya. “Ini kesempatan besar untuk mengembangkan kemajuan kita baik itu berbasis pada tekno digital yang aplikasinya  bisa merambah seluruh sektor industri maupun kebutuhan masyarakat dimana pun,” terang Nizam. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *