Pendidikan Vokasi yang Ajarkan Kompetensi Hanya Memiliki Pengaruh 20 Persen

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Motivator dan pendiri ESQ, Ary Ginanjar menyampaikan bahwa pendidikan vokasi saat ini sebagian besar mengajarkan kompetensi. Padahal, kompetensi ini hanya memiliki pengaruh sebesar 10 hingga 20 persen, sedangkan sisanya adalah agility dan capacity.

“Saya sadari bahwa peserta didik saat ini yang tidak dimiliki dan tidak diajarkan adalah agility yaitu kemampuan untuk menahan tekanan dan capacity yaitu keluasan hati bukan skills,” ujar Ary.

Ary mengatakan, terdapat lima agility yang harus dimiliki para peserta didik saat ini. Pertama, change agility, di mana peserta didik harus mampu menghadapi perubahan termasuk tekanan saat pandemi yang sedang dialami.

Kedua, mental agility yaitu mental peserta didik yang tahan banting. Ketiga, people agility yaitu kemampuan untuk bernegosiasi dengan orang yang datang dengan berbagai sudut cara pandang dan berbagai kultur.

“Keempat, learning agility, di mana hari ini belajar A, tiba-tiba ilmu yang diajari tidak bisa dimanfaatkan dan harus mau belajar lagi. Kelima, result agility yaitu memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pada kondisi apapun,” katanya.

Ia pun menambahkan, terdapat tujuh aturan untuk menjadi pengusaha, yakni tetapkan tujuan dan jumlah, tetapkan yang bisa diberikan demi tujuan, tetapkan tanggal target, buat rencana, tulis semuanya, baca keras-keras, dan doa.

Ary berharap, para guru dan dosen pendidikan vokasi mempunyai ilmu coaching agar dapat mendidik dengan cara terbaik. “Guru harus berubah cara berpikir. Selain itu, orang tua juga harus dibekali ilmu coaching,” tambahnya. (nya/69)

BACA JUGA :  Hakteknas Jadi Momentum Bangkitkan Rasa Percaya Diri Kembangkan Karya Inovasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *