Kerja Sama dengan IEEE Penting dalam Peningkatan SDM Bidang Keteknikan

Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesjen Ditjen Dikti) Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kerja sama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Himpunan Sarjana Teknik Listrik dan Elektronik (IEEE) sangat penting sebagai upaya dalam memastikan peningkatan sumber daya manusia (SDM) mahasiswa dan dosen bidang keteknikan.

Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesjen Ditjen Dikti) Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani mengatakan bahwa berdasarkan Pangkalan Data Dikti, saat ini sudah lebih program studi (prodi) teknik dengan jumlah mahasiswa yang mencapai satu juta orang.

“Indonesia membutuhkan SDM bidang sains, teknologi dan matematika ini,” katanya dalam penandatanganan kerja sama dengan IEEE seksi Indonesia secara virtual di Jakarta, Selasa (27/7).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbudristek, Nizam menjelaskan bahwa SDM unggul yang kreatif, inovatif dan inovasi merupakan tulang punggung pembangunan bangsa dan negara ke depan. Kuncinya terletak pada pendidikan terutama pendidikan tinggi.

Untuk mewujudkan SDM unggul yang kreatif dan inovatif tersebut, lanjut Nizam, Kemendikbudristek membangun kerja sama dengan seluruh mitra. Menurutnya, tanpa kerja sama maka akan sulit mewujudkan Indonesia yang jaya.

“Bonus demografi akan menjadi bencana jika kita tidak menyiapkan SDM unggul dan inovasi, yang menjadi dasar pembangunan kita ke depan,” jelasnya.

Nizam mengungkapkan bahwa tidak ada pilihan untuk dapat menjadi negara maju tanpa adanya inovasi. Di mana, sekitar 90 persen industri di Tanah Air masih berbasiskan ada lisensi.

Kemudian sekitar 95 persen alat kesehatan Indonesia masih impor. Begitu juga bidang pangan dan manufaktur, beserta dengan buah-buahan masih impor.

“Ini tantangan paling besar bagi kita, disamping publikasi ilmiah yang dapat dibaca semua komunitas akademis, juga perlu dibangun daya saing melalui inovasi,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Terapi Mesenchymal Stem Cell dan Exosome Jadi Alternatif Treatment Pasien Covid-19

Sementara Ketua IEEE Indonesia, Wahyudi Hasbi mengatakan kerja sama itu merupakan upaya dalam meningkatkan profesionalitas dan Tridharma perguruan tinggi. “Seperti yang kita ketahui bersama, tantangan yang dihadapi saat ini tidak mudah. Untuk itu, perlu kolaborasi dengan semua pihak,” kata Wahyudi.

Ruang lingkup kerja sama itu yakni fasilitasi pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, fasilitasi magang bagi dosen, pengembangan jejaring riset internasional dan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam kerangka program World Class Professor dan Distinguished Lecturer Program IEEE. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *