Kedaireka Siap Berikan Layanan Kolaborasi antara Insan Dikti dan Industri 24 Jam Sehari

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Dunia pendidikan tinggi sebagai pintu gerbang kemajuan bangsa harus menyiapkan berbagai macam rumah dan tempat untuk terciptanya kolaborasi antara insan pendidikan tinggi (Dikti) dan industri, sehingga reka cipta serta inovasi-inovasi bisa terus tumbuh dan berkembang.

Platform Kedaireka ini menjadi media yang disiapkan untuk membangun ekosistem bagi tumbuh kembangnya inovasi di Indonesia dan Kedaireka siap memberikan layanan kolaborasi antara insan Dikti dan industri 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan 365 hari per tahun,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani.

Paris berharap ide-ide brilian dari para dosen dan mitra industri tidak hanya dipublikasikan di jurnal, lalu kemudian dilupakan. Namun, ia mendorong agar dapat dihilirisasi menjadi produk maupun jasa supaya bisa menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 ini telah mengakselerasi percepatan hilirisasi produk dan jasa. Untuk itu, Paris menantikan inovasi-inovasi dari para dosen untuk memberikan percepatan pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi dan Direktorat Jenderal pendidikan tinggi (Ditjen Dikti) akan betul-betul memfasilitasi melalui Kedaireka.

Hal senada disampaikan oleh Adhitya Maramis selaku Koordinator Tim Kerja Akselerasi Kampus Merdeka bahwa inovasi menjadi sebuah keharusan dan tidak bisa lagi ditolak sehingga inovasi harus terus terjadi.

“Saat ini inovasi adalah magic word, di mana seluruh dunia peduli dengan inovasi dan jika bangsa kita tidak memulai tentu ini menjadi pertanyaan. Oleh sebab itu, Kedaireka hadir sebagai jembatan antara industri dan insan Dikti untuk melakukan inovasi bersama,” kata Adhitya.

Adhitya menjelaskan bahwa Kedaireka telah menggandeng berbagai mitra industri seperti itu Bumdes, UMKM, perusahaan nasional, perusahaan multinational, company venture capital. Diaspora, dan komunitas.

BACA JUGA :  Pemerintah Keluarkan SKB 3 Menteri tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut di Lingkungan Sekolah

Ia menyebut saat ini Kedaireka sudah mempunyai 2.952 industri yang tergabung di platform ini mulai dari Amazon, Samsung, Google, Gesit, Pertamina, Telkom, Alibaba, 300 Bumdes, pemerintah kabupaten/kota dan ini dan bertambah terus setiap harinya.

“Kedaireka akademi adalah salah satu program dari 2.521 yang bapak ibu bisa ikut di dalamnya kemudian bapak ibu akan mendapatkan pelatihan hard skill dan soft skill oleh Amazon yang akan mengajarkan mengenai artificial intellligent, big data, security data dan lain-lain,” papar Adhitya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *