Pentingnya Kolaborasi Guru dan Orang Tua dalam Memastikan Dunia Anak Tetap Luas

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Di masa pandemi Covid-19 dunia anak menjadi berkurang karena interaksi yang sebelumnya didapatkan dari sesama temannya menjadi terbatas. Ini tantangan bagi kita semua.

“Oleh sebab itu, penting adanya kolaborasi guru dan orang tua dalam memastikan dunia anak tetap luas dan kaya lewat hadirnya lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan untuk anak,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD, Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jumeri.

Jumeri menilai, seluruh masyarakat dapat bergerak bersama dengan dua cara, yang pertama adalah kemitraan Satuan PAUD dengan orang tua. “Ini adalah dasar utama yang perlu dibangun. Pendidik dan orang tua adalah sumber belajar dan mitra pengajar,” tukasnya.

Pendidik dan orang tua, lanjut Jumeri, harus produktif meningkatkan kemampuan pedagogi. “Orang tua dapat memperkaya muatan ajar dengan sumber daya di rumah, termasuk dialog yang menimbulkan kelekatan, rasa percaya, dan rasa aman, serta menyenangkan,” tuturnya.

Menurutnya, dialog akan membangun kemampuan komunikasi, nalar, menyimak, dan mengajak anak berpikir kritis.

“Jadikanlah lingkungan anak kaya keaksaraan dengan ragam media yang kaya teks dan gambar untuk memperkaya pemahaman anak tentang dunia. Salah satunya adalah dengan membacakan buku pada anak. Sudah banyak penelitian yang menemukan manfaat membacakan buku untuk anak,” terangnya.

Riset Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) 2020, kata Jumeri, menemukan bahwa anak usia lima tahun yang dibacakan buku oleh orangtuanya, punya kemampuan empati dan prososial dan mampu mengatur emosi lebih tinggi dibandingkan anak di kelompok usia yang sama tetapi tidak dibacakan buku. Di samping itu, Jumeri juga menekankan perlunya peningkatan akses bacaan buku oleh anak untuk melawan kesenjangan di tiap daerah.

BACA JUGA :  Program Riset Keilmuan Terapan akan Relevansi terhadap Kebutuhan DUDI

Kemendikbudristek terus mengajak berbagai pihak membantu meningkatkan kesempatan belajar dengan berbagai aktivitas literasi. Aktivitas yang dapat dilakukan seperti menumbuhkan lingkungan keaksaraan dengan membacakan buku bagi anak, bagi para pakar untuk mendampingi pendidik dan orang tua mengasah dan menyusun kegiatan belajar mengajar berbasis buku bacaan anak, serta meningkatkan akses anak kepada buku bacaan yang sesuai.

“Sekolah bisa menjadi perpustakaan yang dapat diakses orang tua yang membutuhkan,” tambahnya.

Jumeri percaya bahwa aksi ini dapat dijalankan dengan baik melalui kolaborasi berbagai mitra, gerakan masyarakat sipil, komunitas guru PAUD, dan keluarga. “Bergerak bersama adalah kunci bagi tiap anak usia dini mendapatkan haknya menavigasi dunia dengan lebih baik di masa depan,” tegasnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *