Kemendikbudristek Berikan Rasa Optimisme dalam Diri Anak Melalui Perayaan HAN

SMJkt/Prajtna Lydiasari

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Sumber daya manusia (SDM) unggul adalah para pembelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini, diharapkan anak-anak Indonesia berkesempatan untuk bertatap muka, berkenalan dan bertukar informasi meskipun secara virtual.

Dengan harapan, dapat terwujud generasi emas, cerdas, berkarakter. Melalui perayaan HAN, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) ingin memberikan rasa optimisme dan kepercayaan diri dalam diri anak-anak.

“Mereka tidak boleh menyerah dan harus penuh kreativitas dan kegembiraan karena di pundak merekalah arah bangsa dan negara ini ditentukan nantinya,” ujar Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Penguatan Karakter, Kemendikbudristek, Hendarman dalam Perayaan HAN secara virtual, Jumat (23/7).

Kemendikbudristek berkomitmen untuk membekali anak-anak Indonesia dengan keimanan, karakter, dan semangat kebangsaan sejalan dengan enam Profil Pelajar Pancasila. “Dengan begitu tidak ada kesulitan yang tidak bisa kita atasi bersama,” tukasnya.

Hendarman juga berpesan kepada anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa agar anak-anak harus bernalar kritis.

“Ingatlah Profil Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bernalar krtis, bergotong royong, kreatif, sebagai bekal dan cerminan SDM unggul, cerdas, dan berkarakter,” pesannya.

Sementara, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan pada peringatan HAN 2021, menjadi tantangan bagi kita semua untuk memastikan agar dunia anak tetap luas dan kaya melalui lingkungan belajar yang baik.

“Kami mendorong agar masyarakat dapat memberikan lingkungan belajar yang baik,” kata Jumeri.

Jumeri mengungkapkan bahwa ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, kemitraan antara satuan PAUD dan orang tua adalah dasar yang paling utama yang perlu dibangun. Pendidik dan orang tua merupakan sumber belajar serta mitra belajar.

BACA JUGA :  Lowongan CPNS Guru Tidak Ada, Guru Honorer Sedih Bercampur Kecewa

Pendidik menawarkan kemampuan pedagogik dalam merancang pembelajaran dan orang tua memperkaya muatan tersebut dengan sumber daya yang dimiliki. Termasuk interaksi positif dan dialog menumbuhkan kelekatan dan rasa percaya dan aman.

“Kemitraan ini juga memberikan manfaat lain yakni memperkaya kosa kata anak, meningkatkan kemampuan komunikasi, kemampuan bernalar, menyimak dan mengajak anak berpikir kritis,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Jumeri, menjadikan lingkungan anak penuh dengan keaksaraan yang kaya dengan teks dan gambar. Buku bacaan menjadi alat untuk memperkaya pemahaman anak mengenai dunia. Salah satu caranya dengan membacakan buku pada anak.

“Sudah banyak penelitian yang mengidentifikasi mengenai manfaat membacakan buku pada anak,” tuturnya.

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2021, Kemendikbudristek juga akan menyelenggarakan Gebyar Dongeng untuk Anak Indonesia dengan tema “Sehat, Cerdas, Ceria, dan Bahagia”, pada tanggal 26-30 Juli 2021. Acara ini merupakan rangkaian webinar yang menghadirkan para pendongeng dari berbagai komunitas dongeng yang ada di Indonesia.

“Mereka akan berbagi pengetahuan terkait pentingnya mendongeng untuk anak, dan teknik mendongeng yang menyenangkan, serta tentunya menyempatkan untuk mendongeng secara singkat,” terangnya.

Dongeng juga dapat menjadi pelepas stress bagi anak di masa pandemi, karena kehadiran orang tua di dekatnya, serta penggunaan imajinasi sebagai kendaraan untuk ‘berpindah dunia’ sejenak. “Gebyar Dongeng untuk Anak Indonesia ini bisa diikuti oleh Guru/Pendidik PAUD, orang tua, anak, dan seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




Enter Captcha Here :