Mendikbudristek Tekankan Pentingnya Kebiasaan untuk Berpikir Kritis

SMJkt/Prajtna Lydiasari

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menekankan bahwa guru adalah kunci utama untuk mengubah sistem pendidikan di Indonesia guna mempersiapkan generasi bangsa yang berdaya saing tinggi. Dia juga menitikberatkan pentingnya kebiasaan untuk berpikiran kritis.

“Tentunya pemain-pemain seperti Kok Bisa itu mendorong dengan cara luar biasa kemampuan berpikir kritis untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang terpenting dan memberikan jawaban terhadap hal-hal yang tadinya banyak anak-anak muda kita mungkin belum mengerti,” ujarnya.

Karena, lanjut Mendikbudristek, belum ada yang pernah menjelaskan dengan cara yang lugas, jelas, dan sederhana. “Itu juga suatu hal yang sangat membantu. Penyederhanaan daripada konten untuk bisa benar-benar di mengerti,” tuturnya.

Mendikbudristek juga berpesan untuk guru, pesannya hanya satu. Kalau seorang guru selalu menomorsatukan murid dan apa yang murid itu butuh, tidak ada yang salah. Gunakan ini sebagai prinsip dasar dalam melakukan semua hal.

“Jangan pernah percaya orang yang bilang kepada Anda bahwa kita tidak boleh mengambil risiko di dalam pendidikan. Tidak ada yang namanya inovasi atau kreativitas tanpa mengambil risiko, tanpa mencoba hal-hal yang baru,” pesannya.

Mendikbudristek mengungkapkan bahwa guru di seluruh Indonesia harus menjadi salah satu inovator terbesar. Guru harus terus mencoba hal-hal yang baru, belajar hal-hal yang baru, mencoba teknologi-teknologi yang baru untuk terus menemukan mana resep yang pas untuk muridnya.

“Dan untuk selalu memastikan bahwa, tidak semua murid itu sama, semuanya punya perbedaan. Cobalah hal-hal baru, untuk guru banyak coba, banyak tanya, banyak karya sama dengan pesan saya untuk para murid,” jelasnya.

Mendikbudristek sangat mengapresiasi dengan adanya penyelenggaraan Akademi Edukreator yang merupakan salah satu wadah pembelajaran daring yang sangat baik, karena sesuai dengan tuntutan dengan revolusi industri modern. Melalui Akademi Edukreator ini, akan banyak dilahirkan kreator konten edukasi sehingga akan semakin banyak ilmu yang dipelajari, disebarluaskan, dan diakses masyarakat melalui internet. (nya/69)

BACA JUGA :  STIP Jakarta Persiapkan Prodi S-2 sesuai Kebutuhan Pasar Kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *