Pemerhati Pendidikan Usulkan agar Kemendikbudristek Bentuk Pusat Komando Pembelajaran selama Pandemi

Pemerhati dan Praktisi Pendidikan, Indra Charismiadji (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Pemerhati dan Praktisi Pendidikan, Indra Charismiadji mengusulkan agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membentuk Pusat Komando Pembelajaran Selama Pandemi yang betul-betul mengawasi kondisi pendidikan dari Sabang sampai Merauke.

“Pandemi tidak pandemi, anak bangsa harus dididik agar siap menghadapi tantangan hidup dan meneruskan perjuangan dalam membangun bangsa,” ujarnya dalam acara NGOPI SEKSI (Ngobrol Pintar Seputar Kebijakan Edukasi) secara daring dengan tema “PPKM Darurat: Bagaimana Nasib Pendidikan Indonesia?” baru-baru ini.

Indra Charismiadji yang juga sebagai Direktur Pendidikan Vox Point Indonesia mengatakan bahwa dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali dan sebagian wilayah Indonesia lainnya, otomatis menggugurkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas yang digadang-gadang oleh Kemendikbudristek sejak awal tahun ini.

Ironisnya, lanjut Indra, Mendikbudristek berulang kali mengatakan dalam pernyataan resminya bahwa tanpa adanya pembelajaran tatap muka, semakin besar dampak negatif yang terjadi pada peserta didik seperti adanya learning loss, kesenjangan capaian pembelajaran, anak stress, dan lain sebagainya.

“Bagaimana nasib pendidikan Indonesia, jika PTM memang belum dapat dilakukan? Apakah tidak ada solusi agar learning loss dapat berubah menjadi learning gain dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) Daring? Kami berpendapat topik ini menjadi diskursus yang penting dan kontekstual terutama dalam mensukseskan program pembangunan sumber daya manusia (SDM) Unggul Indonesia Maju,” tuturnya.

Sementara Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Ferdiansyah menjelaskan bahwa dari sektor pendidikan, belum ada data-data yang terbarukan secara periodik untuk mengetahui secara pasti tentang kondisi pendidikan Indonesia seperti jumlah pendidik yang terpapar, berapa yang meninggal, problem-problem yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran dan lain sebagainya.

BACA JUGA :  Kemendikbudristek Lanjutkan Bantuan Kuota Data Internet dan UKT Tahun 2021

“Seharusnya memang kondisi darurat harus ditangani dengan langkah yang berbeda dari kondisi biasa,” jelas Ferdiansyah.

Menurutnya, Mendikbudristek harus tampil sebagai pemimpin bidang pendidikan Indonesia yang memiliki arah jelas, kemana pendidikan Indonesia akan dibawa. “Sampai detik ini belum ada pernyataan resmi dari Mendikbudristek tentang proses pembelajaran selama PPKM Darurat,” tuturnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *