Swellow Yang Tidak Sellow.

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Layaknya Jakarta sebagai Kota Metropolitan dan Bandung sebagai Kota Kembang, maka dapat ditimbang oleh sejumlah penggiat musik, Bogor bisa mendapat predikat sebagai Kota Indie-Rock, bukan lagi sebagai Kota Hujan ataupun Kota Seribu Angkot.

Terdengar menggelikan? Mungkin. Respon yang sama juga dilontarkan oleh gitaris Swellow, Andi ‘Idam’ Fauzi jika mendengar predikat tersebut. “Geleuh”, katanya. Namun tentu saja tidak sembarangan kita menempatkan predikat tersebut kepada Bogor –jika mengutip dari cuitan @sobatindi3 di Twitter beberapa waktu lalu.

Ada beberapa cerita manis mengenai relasi Bogor dan indie-rock dalam tahun-tahun ke belakang ini.

Ingat Reid Voltus? Unit indie-rock asal Bogor yang sempat harum namanya di pertengahan era 2000-an? Tidak apa-apa andai kalian tidak ingat atau bahkan tidak tahu sama sekali. Namun dalam ingatan publik, maju lagi ke tahun-tahun berikutnya.

Setelah Reid Voltus meredup dan memutuskan untuk vakum di tahun 2012, kiprah “band indie rock asal Bogor” dilanjutkan oleh kemunculan Texpack yang langsung mengambil hati para ‘abang-abangan’ di skena sana.

Tidak berhenti di situ, muncul juga Rrag sebagai gerbong lanjutan cerita manis ini. Di tahun 2021, untuk cerita yang satu ini, sebenarnya mereka bukanlah sebuah unit musik yang baru, mengingat nama-nama di dalamnya adalah nama-nama yang juga sudah tidak asing lagi di Bogor.

Masih ingat dengan Andi ‘Idam’ yang disebutkan di awal-awal tulisan? Nah, setelah menutup perjalanannya bersama Reid Voltus, kini dirinya kembali ke jalur indie-rock (yang sebenarnya tidak pernah ia tinggalkan) bersama dengan empat nama lainnya, dengan membawa nama Swellow.

Empat nama lainnya, adalah Bayu Azni (vokal, juga mengisi vokal di Diskoteq), Afnan Hissan (gitar, juga mengisi gitar di Texpack), Misbahuddin Nika (bass), dan Fadhil ‘Opay’ Naufal (drum). Tidak tanggung-tanggung, Swellow langsung menambah satu lagi cerita manis dari Bogor dan indie-rocknya dengan menghadirkan EP perdana mereka, Karet.

BACA JUGA :  Remy Sylado Cuci Darah.

Resmi dilepas pada hari Minggu (23/5/2021) lalu, Karet melengkapi rangkaian dari hadirnya
nomor-nomor eceran dari Swellow yang sudah lebih dahulu dilepas, sebut saja “Gargantua” dan “Sukar” di beberapa waktu ke belakang.

Nomor-nomor tersebut turut hadir di Karet menemani tiga nomor lainnya, yakni “Berita Harian”, “Asam”, dan “Pelintas”.

Kelima nomor tersebut sejatinya merupakan nomor-nomor terpilih yang akhirnya Swellow putuskan untuk dihadirkan dalam bentuk EP. Terpilih, karena sebenarnya Swellow sudah
mempunyai beberapa materi yang sudah digarap sejak tahun 2019 lalu, dan bahkan sudah direkam, hingga akhirnya terpilihlah lima nomor yang sudah disebutkan tadi.

“Beberapa materi yang sudah direkam akhirnya pada tahun 2021 ini kita pilih kembali, menjadi pembukaan yang kiranya bisa merepresentasikan seperti apa wajah Swellow”, tutur Bayu di Jakarta, baru-baru ini.

“EP Karet dari Swellow bisa dibilang sebenarnya adalah hasil sortiran dari beberapa materi yang sudah direkam. Adalah sebuah hasil rangkuman dari beberapa materi yang dianggap cukup mewakili sebuah karakter dari Swellow itu sendiri”, tambah Idam.

Untuk urusan mixing dan mastering, Swellow menyerahkan semuanya kepada Deni ‘Denol’ Noviandi dari Bens Co. Studio, seorang teman baik yang juga sering membantu menggarap rilisan-rilisan dari Bogor.

Selain hadir melalui Bandcamp dari Tromagnon Records, Swellow juga turut menghadirkan EP Karet dalam format kaset yang sudah bisa didapatkan melalui akun Instagram mereka.

Pada tanggal 2 Juli 2021 Karet pun dapat dinikmati secara utuh di berbagai platform digital. Kemudian di bulan Agustus, lewat kerja sama dengan label rekaman demajors, akan dirilis dalam format compact disc, dengan tambahan dua lagu eksklusif bertitel “Kalam” dan “Superstitious Night”, yang menampilkan Alvi Ifthikhar dari grup Gascoigne pada vokal. (Bb-69)

BACA JUGA :  IPW: Jokowi Masih Bisa Mengangkat Dua Kapolri Lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *