BRIN Jadi Pendukung Science Based Policy Kegiatan Litbangjirap

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menyampaikan bahwa BRIN akan menjadi pendukung utama science based policy dengan tetap fokus pada riset di bidangnya. Menurutnya, hal tersebut sesuai mandat UU Sisnas Iptek, BRIN akan melaksanakan integrasi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) di Indonesia.

Di mana lembaga litbangjirap sebagai think tank pemerintah mempunyai tugas utama dalam merumuskan bagaimana pengetahuan yang diambil dari riset kebijakan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti.

“Melalui penciptaan aset pengetahuan, penjaga budaya dan norma sains, basis literatur primer dan terpercaya, penggunaan metode kuantitatif yang kuat, dengan koleksi dan pengelolaan data sesuai fakta,” ujarnya.

Kepala BRIN menjelaskan untuk mengembangkan riset power house dan menciptakan ekosistem riset dan inovasi, diperlukan kolaborasi pengetahuan antara litbangjirap dan lembaga penelitian/think tank di luar pemerintah, serta jaringan riset di dalam atau pun luar negeri yang lebih baik.

Think tank NGO diperlukan sebagai penyeimbang dalam pembuatan sience based policy, namun tidak diartikan think tank NGO membuat secara keseluruhan naskah akademik terkait suatu kebijakan karena pemahaman terkait kontruksi kelembagaan, peraturan dan arah kebijakan masih harus melibatkan pemerintah instansinya. Kolaborasi bersama pemerintah dan non pemerintah menjadi penting,” jelasnya.

Handoko menambahkan peran serta BRIN menjadi sangat berkepentingan dalam menciptakan relasi riset dan inovasi yang yang lebih baik dan transparan sehingga memberikan rekomendasi terkait kebijakan yang berbasis data. (nya/69)

BACA JUGA :  P2G : Sekolah Tidak Boleh Memaksa Orang Tua Memberikan Izin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *