Transformasi Ekonomi Digital Berhubungan Erat dengan Jumlah Startup di Indonesia

SMJkt/Prajtna Lydiasari

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini jelas berhubungan erat dengan perkembangan digital yang terus bertransformasi. Oleh sebab itu, kita perlu membangun ekosistem ini lebih kuat lagi.

Menurutnya, transformasi ekonomi digital di Indonesia termasuk sangat cepat, disebabkan jumlah startup di Indonesia adalah terbesar kelima di dunia. Ini menunjukkan adaptabilitas dan kreativitas anak-anak muda Indonesia luar biasa.

“Jika ini ketemu dan kita membangun ekosistem itu secara tepat maka ini akan menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi. Sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan transformasi digital ini untuk kemajuan ekonomi, dan ekonomi baru akan tercipta,” ujarnya.

Nizam mengatakan bahwa banyaknya startup yang gugur saat ini adalah sesuatu yang normal dan startup yang bertahan bukan yang paling dominan melainkan startup yang paling bisa beradaptasi dalam memanfaatkan dan mengambil angle yang tepat.

“Dalam membangun ekosistem digital pada era revolusi industri 4.0 kuncinya adalah connecting dot bagaimana menghubungkan simpul-simpul yang menimbulkan jaringan antara Akademisi, Bisnis, Komunitas, Finance, Pemerintah, dan Media (ABCFGM) dengan kolaborasi pentahelix sehingga menimbulkan jejaring yang kuat untuk membangun ekonomi yang kokoh,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Ruddy J.Suhatril pakar IT dari Universitas Gunadarma yang mengatakan dalam menyiapkan ekosistem digital itu ada banyak aspek yang perlu disiapkan yang pertama adalah sumber daya manusianya, soft skill dari sumber daya manusia (SDM) itu sendiri, hard skill, kerja sama, berkomunikasi, dan harus bisa bekerja keras.

“Selain itu, peran perguruan tinggi yang juga penting itu adalah bagaimana dosen bisa beradaptasi dengan literasi-literasi yang baru,” terang Ruddy.

BACA JUGA :  Festival Budaya Ajarkan Mahasiswa Kalbis Institute Menjunjung Tinggi Keberagaman

Dionisius Nathaniel, CMO Halodoc menjelaskan bahwa peluang untuk membangun ekosistem digital saat ini masih terbuka sangat besar, karena Indonesia masih banyak permasalahan yang belum selesai dan membutuhkan solusi yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Hal ini merupakan sebuah peluang karena kebutuhan tersebut masih tinggi. Oleh sebab itu, startup baru akan terus bermunculan dari anak-anak muda Indonesia dan kita juga harus membantu serta membangun ekosistem digital itu sendiri,” jelas Dionisius. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *