Tawarkan Peluang Kerja Sama, Brandenburg University Tandatangani MoU dengan PENS

SMJkt/Ist

BERLIN, Suaramerdekajkt.com – Tepat pada Februari 2021, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin berkomunikasi dengan pihak Brandenburg University (BU) menjalin kerja sama dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) guna menawarkan peluang kerja sama dengan perguruan tinggi dari Indonesia.

“Dicapainya kesepakatan antara kedua universitas terapan ini diawali dengan dukungan fasilitasi Kantor Atdikbud KBRI Berlin,” ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Berlin, Ardi Marwan

Setelah mendapatkan respon positif dari Brandenburg, kata Ardi, ia mengontak Direktur PENS.

“PENS sangat berminat, terutama karena saat ini PENS tidak memiliki kerja sama aktif dengan perguruan tinggi dari Jerman, negara yang terkenal dengan keunggulan sistem pendidikan dan teknologinya,” katanya.

Ia mengisahkan bahwa KBRI Berlin antusias dengan tercapainya kesepakatan kerja sama antara PENS dan BU. Program-program yang disepakati sejalan dengan pencanangan Merdeka Belajar Kampus Merdeka oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Saat ini kami sedang gencar-gencarnya berkomunikasi dengan berbagai universitas di Jerman untuk dapat menjalin kerja sama dengan berbagai universitas ataupun politeknik yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Ardi, potensi kesepakatan kerja sama dengan berbagai universitas lain di Indonesia seperti UNS, UNDIP, UGM, POLINEMA dengan beberapa universitas partner dari Jerman akan segera terwujud.

Pertemuan perdana pada Minggu (13/6) lalu, yang digelar Atdikbud secara daring antara Direktur PENS, Zainal Arif, dan BU dimulai dengan saling memperkenalkan program studi di masing-masing kampus. Sebagai informasi, BU adalah universitas terapan negeri di Jerman saat ini memiliki sekitar 2.691 mahasiswa.

Sebanyak 500 di antaranya adalah mahasiswa internasional dari 70 negara. Didukung 67 profesor, BU memiliki tiga departemen, yaitu computer science and media, engineering, serta business and management.

Selain itu juga ada 13 program studi tingkat sarjana serta 10 program studi jenjang magister. Untuk diketahui, PENS adalah salah satu universitas vokasi terbaik di tanah air.

BACA JUGA :  Ringankan Biaya Kuliah, Universitas Bakrie Sediakan Program PPKM

“Bahkan sejak beberapa tahun terakhir, PENS selalu menempati urutan pertama sebagai politeknik terbaik,” terang Direktur PENS, Zainal Arif.

Zainal memaparkan program-program studi teknik yang ada di PENS mulai dari diploma, sarjana terapan, dan magister terapan. Usai pertemuan perdana, tahap selanjutnya adalah membahas kerja sama teknis.

Tepat pada Mei 2021, kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Direktur PENS dan Presiden Brandenburg University, Andreas Wilms.

Ardi menjelaskan beberapa poin kerja sama yang disepakati oleh kedua belah pihak antara lain adalah pengembangan program perkuliahan bersama, transfer kredit, pertukaran mahasiswa program sarjana dan magister untuk studi dan penelitian, pertukaran dosen dan profesor, serta pertukaran informasi.

Adapun pertukaran informasi yang dimaksud meliputi bahan-bahan pustaka dan publikasi penelitian, konferensi, seminar dan lokakarya bersama, kerja sama penelitian kegiatan kemahasiswaan gabungan, serta pertukaran/peminjaman peralatan, fasilitas dan sumber daya.

Pada umumnya, dituturkan Ardi, universitas-universitas di Jerman sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dunia. “Saat ini, program-program dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar juga sudah banyak tersebar di berbagai universitas di Jerman,” imbuhnya.

Kendala utamanya diterangkan Ardi justru berasal dari Indonesia yakni banyaknya universitas/politeknik baik negeri maupun swasta yang belum memiliki informasi online atau situs yang lengkap dalam Bahasa Inggris dan masih minimnya program-program studi yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

“Perguruan tinggi kita yang masih belum memiliki website lengkap dalam Bahasa Inggris dan program-program studi dalam Bahasa Inggris, perlu segera merevitalisasi itu, agar program-program kerja sama luar negeri segera dapat diakselerasi,” terang Atdikbud Ardi. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *