MA Diminta Awasi Ketua PN Batam

Gedung Mahkamah Agung. (SM/istimewa)

JAKARTA-Ketua Mahkamah Agung (MA) dan Kepala Bawas MA  diminta mengawasi  perilaku Ketua Pengadilan Negeri Batam, Wahyu Imam Santoso yang menangani perkara Dedy Supriadi bersama anaknya, Dwi Buddy Santoso. Di mana, berdasarkan Putusan majelis hakim dengan   Nomor: 170/Pid.B/2020/PN.Btm pada tanggal 18 Mei 2020, Dedy dan Dwi divonis bersalah  dan dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Satgas Anti Mafia Peradilan Merah Putih, Joko Sasongko usai menyampaikan surat ke Menkopolhukam, Rabu (9/6).

Joko mengatakan, kasus Dedy dan Dwi bermula dari laporan Kasidi alias Ahok, Direktur PT Karya Sumber Daya, sesuai  laporan polisi Nomor: LP-B/34/V/2019/SKPT-Kepri. Dalam laporan itu, pelapor merasa dirugikan Rp 3,6 miliar akibat penggelapan besi scrap crane noel seberat  125 ton besi dan 60 ton tembaga.

Menurut Joko, permasalahan antara Kasidi alias Ahok dengan Mohammad Jasa bin Abdullah  telah selesai, dengan cara mengurangi jumlah hutang Kasidi alias Ahok kepada Mohammad Jasa bin Abdullah, berdasarkan bukti Surat Kesepakatan Bersama Tentang Sisa Pembayaran Penjualan Besi Scrap Impsa 4 Unit Crane Container tanggal 24 Mei 2019. “Karena  permasalahan antara Kasidi alias Ahok dengan Mohammad Jasa bin Abdullah sudah ada perdamaian, seharusnya laporan polisi Nomor: LP-B/34/V/2019/SKPT-Kepri tanggal 2 Mei 2019 dicabut. Namun oleh Kasidi alias Ahok laporan tersebut tidak dicabut setelah mengetahui ada sebagian besi tua milik Mohammad Jasa bin Abdullah seberat 58.490 ton dibeli oleh Usman alias Abi dan Umar,” ujarnya.

Joko menegaskan, fakta perkara itu sebenarnya mudah diselesaikan dengan cara membuka Call Data Records no HP atas nama Kasidi alias Ahok dan Wahyu Imam Santoso. “Berdasarkan itu akan ditemukan fakta intensitas komunikasi keduanya,” ujarnya. (K24)

BACA JUGA :  Tiga dari Lima Tersangka Kerumunan di Petamburan Menyerahkan Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *