KKN Tematik Bangun Mahasiswa untuk Lebih Adaptif dan Kreatif di Masa Pandemi

SMJkt/Prajtna Lydiasari

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Pada dasarnya program Kampus Merdeka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dibangun untuk menyiapkan seluruh mahasiswa untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat atau yang lebih dikenal dengan revolusi cepat ke-4. Sebab, pandemi Covid-19 memberikan dampak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Hal ini tentu membuat masyarakat harus menyesuaikan diri secara kreatif untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Penyesuaian langkah dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah terutama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam menghadapi Covid-19 diwujudkan dalam bentuk program Kampus Merdeka KKN Tematik.

“Perubahan ini kemudian diakselerasi dengan peristiwa yang belum pernah direncanakan dan dipikirkan sebelumnya,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbudristek, Nizam.

Nizam memaparkan bahwa saat ini masuk ke era Adaptasi Kebiasaan Baru yang banyak dibicarakan oleh berbagai pihak, namun itu bukan berarti kembali ke kehidupan seperti semula, tetapi bagaimana masyarakat beradaptasi dengan satu kehidupan yang terkendala dengan situasi baru.

Hal ini yang perlu dimaknai sebagai kemampuan beradaptasi dan berkreasi sehingga masyarakat bisa tetap menjaga kesehatannya, agar aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya tetap berjalan.

“Selama satu tahun ini melalui program Kampus Merdeka, yang salah satu programnya relawan mahasiswa ini membantu Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk memitigasi Covid-19. Selain itu juga membantu para guru melakukan pembelajaran dari rumah untuk Kampus Mengajar, dan membantu pemulihan perekonomian di desa, dan masih banyak contoh lainnya,” tuturnya.

Kreativitas dan keanekaragaman masyarakat Indonesia, terutama mahasiswa menjadi kelebihan dan keuntungan tersendiri. Hal tersebut menjadi modal penting untuk melakukan pemulihan dan pembangunan, terutama di provinsi Bali, karena menjadi pusat destinasi wisata baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

BACA JUGA :  Perangi Covid-19, TGK 09 dan Otsuka Salurkan Vitamin ke Rumah Sakit

Sementara, Gubernur Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Pelaksana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Bali, I Made Rentin, menjelaskan bahwa program ini menjadi kesempatan untuk perguruan tinggi di Bali untuk ambil bagian dalam penanggulangan bencana serta terlibat secara proaktif dalam mempercepat upaya pemulihan sekaligus menciptakan masyarakat Bali yang tangguh, aman, dan produktif di tengah pandemi Covid-19.

“Melalui kegiatan KKN Tematik yang berbasis posko penanganan Covid-19 ini diharapkan dapat mendorong untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di desa-desa. Masyarakat jadi memiliki rasa tanggungjawab untuk mendorong pemulihan sampai di tingkatan terbawah,” jelas I Made Rentin. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *