Islamic Entrepreneurship

Oleh: Wahyu Setiawan SE MEcPol

KEMISKINAN dan kesenjangan sosial merupakan tantangan yang dihadapi umumnya oleh negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah tersebut perlu diminimalisasi untuk menciptakan kehidupan bernegara yang makmur.

Hal tersebut juga merupakan poin penting dalam sustainable development goals (SDG’s) yang merupakan rencana global pemimpin dunia dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Indonesia sebagai target untuk diatasi pada 2030. Saat ini Indonesia memiliki tingkat kemiskinan yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 10,19 persen pada September 2020, sedangkan indeks gini atau ketimpangan ekonomi penduduk sebesar 0,385 yang merupakan angka yang cukup besar.

Pemerintah telah berusaha untuk mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan dengan berbagai program.

Sementara itu dalam konsep Islam juga ada instrumen zakat untuk menanggulangi masalah tersebut. Namun, ada salah satu konsep yang menarik untuk ditingkatkan perannya terlebih lagi bagi generasi muda atau milenial sehingga dapat berkontribusi dalam penanganan masalah perekonomian masyarakat dan menggerakkan ekonomi masyarakat secara khusus.

Konsep tersebut yaitu Islamic Entrepreneurship atau kewirausahaan Islam, karena ada pilar yang sangat solutif bagi masalah ekonomi yaitu prinsip memberi manfaat dan berbagi.

Sedangkan generasi muda merupakan generasi yang sangat potensial dengan semangatnya untuk berwirausaha dan semangat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di sekitarnya.

Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas muslim dan memiliki banyak kampus Islam niscaya dapat mewujudkan Islamic Entrepreneurship secara luas.

Kampus- kampus yang islami dapat berperan aktif dalam mengajarkan pendidikan kewirausahaan Islam di kampus sehingga akan muncul banyak generasi muda wirausahawan muslim yang hebat.

Dalam mewujudkannya tentu saja butuh waktu dan usaha yang tinggi dan konsisten.

Kemudian bagaimana konsep ini dapat berperan dalam mengatasi masalahah ekonomi dan ketimpangannya di masyarakat?

BACA JUGA :  Belenggu Kemuliaan

Konsep Islamic Entrepreneurship merupakan aktivitas usaha yang berlandaskan nilai-nilai Islam dalam menjalankan bisnis. Pelaku bisnis perlu memperhatikan bagaimana aturan syariat dan petunjuk dari teladan terbaik yaitu Rasulullah terkait aktivitas bisnis.

Memang terdapat banyak rambu-rambu yang perlu diperhatikan untuk diterapkan dalam bisnis, sampai-sampai Khalifah Umar pernah memperingatkan bagi siapa saja pedagang yang tidak paham tentang muamalah untuk tidak melakukan jual beli di pasar (Mughnil Muhtaj jilid 6/310).

Namun semua itu bertujuan untuk kebaikan bersama dan agar tidak ada pihak yang dirugikan. Seorang pebisnis perlu memulai usaha dengan niat yang baik, bahwa tujuan usaha bukanlah semata-mata uang dan kekayaan, namun bisnis memiliki tujuan yang jauh lebih mulia.

Bisnis merupakan sarana untuk ibadah, untuk menebarkan kebaikan dan manfaat bagi sebanyak- banyaknya orang. Manfaat yang diberikan bukan hanya dari produk atau jasa yang ditawarkan, tetapi juga dari dampak baik adanya usaha yang dijalankan dapat dirasakan banyak orang di sekitarnya.

Oleh karena itu, pelaku bisnis tidak akan melakukan hal-hal yang dilarang syariat, tidak akan melakukan cara-cara yang tidak etis demi mencapai keberhasilan usaha.

Keberkahan

Berjalannya suatu usaha yang menerapkan konsep Islamic Entrepreneurship akan lebih berkelanjutan dan tahan menghadapi berbagai kondisi karena keberkahan.

Ya, keberkahan adalah hal akan didapatkan dalam usaha yang memperhatikan nilai-nilai Islam dan memang ini merupakan hal yang kadang sulit dilogika tapi nyata kita lihat dari pelaku usaha yang menjalankannya dengan usahanya yang terus berkembang dengan pesatnya.

Hal itu tentu dibarengi dengan penerapan konsep Islamic Entrepreneurship yang menyeluruh di segala lini. Mulai dari pendanaan yang didapat dari sumber yang halal dan bebas unsur riba.

Operasional dan pemasaran dengan strategi yang baik dan bebas unsur yang tidak etis seperti penipuan. Hingga bagaimana memperlakukan karyawan dengan baik sebagaimana seorang pelaku usaha juga ingin diperlakukan baik oleh orang lain sehingga karyawan juga akan betah dan baik kinerjanya.

BACA JUGA :  Kesiapan Guru Jadi Penggerak

Kemudian salah satu konsep penting dalam Islamic Entrepreneurship adalah banyak berbagi kepada sesama.

Dalam suatu riwayat Rasulullah mewasiatkan wahai para pedagang sesungguhnya setan dan dosa hadir dalam jual beli, maka iringilah jual belimu dengan banyak bersedekah (HRTirmidzi 1208). Banyak bersedekah atau berbagi akan berdampak baik bagi pemberi maupun penerima.

Bagi pemberi maka akan dapat meningkatkan moril bahwa ia masih bisa memberikan manfaat kepada orang lain walaupun misalnya keadaannya juga sedang sulit. Ia tidak akan terpuruk oleh keadaan yang sulit tersebut dengan semangat menebar kebaikan.

Bahkan mentalnya akan terangkat dan semakin tangguh dalam berusaha. Kemudian perbuatan memberi kepada sesama itulah yang akan menjadikan dia ditolong oleh Allah, di antaranya dalam kelancaran usahanya.

Sementara itu pemberian yang diberikan kepada orang lain tentu juga akan bermanfaat bagi penerima. Apalagi dalam kondisi pandemi dan ekonomi yang lesu serta banyak masyarakat yang kurang mampu.

Semakin banyak sedekah yang diberikan maka akan semakin banyak pula manfaat yang bisa dirasakan. Berapakah bagian sedekah yang bisa diberikan dari hasil usaha?

Ada sebuah riwayat yang sangat menarik ketika Rasulullah mengisahkan bahwa ada seorang laki-laki yang mendengar suara di angkasa untuk memberikan air pada kebun seseorang kemudian ada awan yang bergerak dan mencurahkan air hujan dan mengairi kebun seseorang petani.

Lalu ditanyakan kepada petani tersebut, apakah namanya seperti nama yang disebut di angkasa sebelumnya dan si petani tadi membenarkan. Orang tersebut bertanya apa yang diperbuat si petani terhadap kebunnya dan petani tersebut menceritakan bahwa dia selalu memperhatikan hasil dari kebunnya lalu sepertiga dari hasil kebunnya disedekahkan kepada orang miskin, peminta-minta, dan ibnu sabil.

BACA JUGA :  Gunakan Pendekatan Resolusi Konflik untuk Hentikan Kekerasan di Papua: oleh Emir Chairullah, Ph. D

Adapun sepertiga lagi dia makan bersama keluarganya dan sisa sepertiganya untuk modal bercocok tanam kembali (HR Ahmad 7928 dan Muslim 223). Jadi bisa dibayangkan jika para pelaku usaha memiliki semangat bersedekah sebanyak itu. Zakat yang prosentasenya lebih kecil saja sangat bermanfaat bagi pengentasan masalah ekonomi, apalagi dengan persentase lebih besar dan di luar zakat yang wajib.

Betapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat serta ekonomi yang akan terus berputar dengan baik.

Oleh karena itu perlu ditanamkan semangat Islamic Entrepreneurship kepada sebanyakbanyaknya masyarakat dan mempersiapkan calon-calon pengusaha melalui pendidikan kewirausahaan di kampus-kampus Islam.

Berusaha bukan semata-mata untuk mencari kekayaan, tetapi sarana beribadah dan berbagi manfaat kepada sebanyakbanyaknya orang. (46)

— Wahyu Setiawan SE MEcPol, dosen Fakultas Ekonomi Unissula

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *