FPPI Meminta Pemerintah untuk Lakukan Penguatan Literasi Perlindungan Anak Indonesia

Jakarta,Suara Merdeka. Com. -Sinetron Suara Hati Istri jadi trending di media sosial Twitter. Sinetron Suara Hati Istri ini jadi tren atau banyak diperbincangkan warganet karena munculnya petisi untuk menghentikan sinetron yang tayang di salah satu stasiun TV.
Indonesia saat ini sedang berupaya menekan angka usia nikah anak yang tinggi mencapai 11% .
Anak Indonesia adalah sepertiga penduduk Indonesia ( 84.4 juta).
Sebelum covid dan setelah covid , pernikahan dini meningkat ,begitu juga kekerasan seksual thd anak, kita telah mengabaikan Perlindungan Anak

Hal ini mendapat pandangan kritis dari Ketua Umum FPPI Dr.Hj. Marlinda Irwanti SE.M.Si. Menurut dia, pada dasarnya sinetron ini sangat tidak mendidik, dimana masyarakat mempertontonkan sinetron dengan pemain artis berusia 15 tahun sebagai istri ke-3

“Ini sangat tidak mendidik sementara di Indonesia sudah jelas aturan menikah sesuai UU No 16 tahun 2019 untuk menikah pada usia 18 tahun bagi perempuan. Jika ini terus di putar dan di pertontonkan kepada masyarakat kita, tidak menutup kemungkinan semua ini menjadi sah dan menjadi pembenaran. Mungkin juga masih ada sinetron lain yang tidak memberikan pendidikan .

FPPI sudah melakukan kegiatan kegiatan literasi terhadap regulasi yg ada, tetapi memang di tingkat implementasi belum berjalan dengan baik ,sebagai bagian dari komponen masyarakat FPPI mengambil langkah literasi sbg upaya minimal pencegahan didalam keluarga besar FPPI.

FPPI juga melakukan kerjasama dengan instansi atau kementrian untuk melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda serta Asisten Deputi Pemenuhan Hak, Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Pada 7 Juni 2021, Ketua Umum FPPI Ibu Dr. Hj. Marlinda Irwanti , S.E., M.Si. dan Ketua III Bidang Pendidikan, Ketenagakerjaan, Pertanian, Perkebunan dan Kelautan Ibu Hj. Hanny Hendrany S.Sos. NLP. membahas kerja sama antara Kemenko PMK dan FPPI.
Serta FPPI akan membantu menyampaikan pemikiran agar bagaimana membuat strategi Perlindungan Anak baik itu jangka pendek, menengah dan panjang, sebagai upaya mewujudkan 5 arahan Presiden Jokowi.

BACA JUGA :  Napoleon Seret Nama Azis Syamsuddin, Tommy Sumardi Bantah Keras.

Marlinda mengapresiasi kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) , Kementerian PPA, yang telah memberikan teguran keras dan menghentikan tayangannya.

aya prihatin masih banyak terjadi pelanggaran hak- hak atas Anak , hampir disemua wilayah di Indonesia masalah pernikahan dini terjadi , kekerasan seksual pada Anak, masih kurangnya Perlindungan Anak .
Saya juga mengapresiasi kinerja kepolisian bhw sdh mengungkap 500 kasus kekerasan seksual pd anak, dan tanpa ampun semua pihak terkait dibawa ke ranah hukum .

Dengan literasi di berbagai bidang , khususnya memahami berbagai UU atau regulasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat.(budi nugraha/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *