Bangun Jaringan Telekomunikasi 4G, Kementeri Kominfo Terapkan Sistem KSO

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika akan terapkan sistem kerja sama operasi (KSO) dengan operator seluler untuk membangun jaringan telekomunikasi 4G di 7.904 desa dan kelurahan di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal).

Untuk itu, BAKTI Kominfo sedang melalui proses penetapan kerja sama operasi dengan perusahan operator seluler yang memiliki lisensi di Indonesia. Seleksi penyedia layanan seluler untuk BTS 4G di wilayah 3T ini tidak kalah pentingnya dari pembangunan infrastruktur itu sendiri.

“Penetapan KSO merupakan bagian dari tugas Kementerian Kominfo untuk memastikan hak masyarakat Indonesia mendapatkan layanan yang berkualitas, terjangkau, dan terjamin keberlangsungannya. Sekaligus juga memastikan tidak ada satu orang pun yang tertinggal ketika proses transformasi digital berjalan di republik ini,” ujar Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Anang Latif di Jakarta.

Untuk itu, Bakti Kominfo akan menjalankan mekanisme seleksi yang akuntabel dan transparan sehungga mendapatkan mitra KSO yang andal dan kompeten. Di mana dalam skema KSO ini, BAKTI Kominfo bertanggung jawab melakukan pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur BTS 4G, termasuk di dalamnya menyediakan lahan. Sementara, mitra operator seluler bertanggung jawab menyediakan layanan 4G kepada pelanggan, termasuk di dalamnya melakukan operasi dan pemeliharaan jaringan 4G secara keseluruhan.

Perlu diketahui, penyelenggaraan KSO memiliki dasar hukum pelaksanaan yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 129 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), dan Peraturan Direktur Utama BAKTI Kominfo Nomor 8 Tahun 2020 tentang Kerja Sama Operasional Pemanfaatan Aset BAKTI Kominfo dan Aset Pihak Lain di Lingkungan BLU BAKTI Kominfo. Pembangunan BTS 4G di 7.904 lokasi 3T menggenapi upaya pemerintah dalam menutup kesenjangan digital, terutama sebagian besar ada di wilayah Indonesia timur.

Setidaknya 5.204 dari total lokasi berada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat atau sekitar 65% pekerjaannya. Inilah bentuk komitmen serius pemerintah untuk menghubungkan tanpa terkecuali, menyediakan pelayanan yang merata dan inklusif untuk seluruh rakyat Indonesia.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang merata merupakan pilar penting percepatan transformasi digital. BAKTI Kominfo juga telah menyelesaikan atau upgrading BTS 4G di 1.209 desa dari 9.113 desa dan kelurahan yang berada di 3T, dan kelurahan selama periode 2019-2020.
Adapun anggarannya menggunakan sumber pembiayaan dari kontribusi operator telekomunikasi atau yang diberi nama PNBP USO.

Selama periode tahun 2021-2022, pembangunan BTS di 3T dilakukan dengan sumber pembiayaan APBN yang bersumber dari rupiah murni dan PNBP Kominfo Non-BLU.

Total BTS 4G yang akan dibangun sebanyak 7.904 lokasi wilayah 3T. Pembangunan ini dilakukan dalam dua tahap, di mana 4.200 desa kelurahan dilakukan pada tahun 2021 ini, dan dilanjutkan 3.704 dilakukan di tahun 2022. Sehingga harapannya setelah proyek ini selesai, seluruh wilayah desa dan kelurahan di wilayah 3T dapat mengakses sinyal 4G untuk mendapatkan layanan internet.

Pada tanggal 26 Februari 2021, BAKTI Kominfo telah menyelenggarakan penandatanganan lima paket proyek kontrak payung dengan para penyedia infrastruktur terpilih. Kegiatan ini turut disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Negara.

BACA JUGA :  Arab Saudi Pastikan Selenggarakan Ibadah Haji, Indonesia Siap

Selanjutnya, Bakti Kominfo pun sudah menggelar kick-off meeting implementasi infrastruktur dan model bisnis BTS 4G bersama Menteri Kominfo beserta jajarannya di Denpasar, Bali, tanggal 25 Maret 2021 lalu.
Kemudian pada tanggal 23 April 2021 di Desa Kelanga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Menteri Kominfo telah melakukan prosesi peletakan batu pertama yang menandai dimulainya rangkaian pembangunan masif 7.904 BTS 4G di wilayah 3T. Dalam kesempatan tersebut, selain proyek BTS 4G, BAKTI Kominfo juga bertugas menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan pemberdayaan ekosistem digital.

Di antaranya melalui penyediaan Akses Internet atau Wi-Fi gratis di titik pelayanan public, pemanfaatan jaringan kabel serat optik Palapa Ring, serta satelit multi-fungsi (SMF) SATRIA 1 yang kini sedang dalam tahap konstruksi.

Jubir Kementerian Kominfo Dedy Permadi menegaskan semua langkah ini dilakukan mengingat pemerintah sangat serius dalam menyediakan layanan internet secara merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Dedy Permadi, terdapat 3 point penting yang direncanakan dan dilakukan oleh pemerintah terkait penyelenggaraan selular dalam rangka transformasi digital Indonesia.

Point pertama, pemerintah melakukan perencanaan baru untuk percepatan transformasi digital berupa pembangunan dan perluasan infrastruktur telekomunikasi. Total ada 83.218 desa dan kelurahan yang ada di Indonesia, sebanyak 12.548-nya masih belum terjangkau sinyal 4G. Rencana baru yang dibuat oleh pemerintah akan mempercepat proses pembangunan menjadi 10 tahun lebih cepat. Awalnya baru akan selesai di tahun 2032, kini ditargetkan selesai keseluruhan di tahun 2022 akhir.

Point kedua, terdapat 2 skema pembangunan BTS ( Base Transceiver Station) untuk 12.548 desa dan kelurahan tersebut, yakni skema pembangunan BTS untuk 9.113 daerah 3T (terdepan, terluar , tertinggal) dan skema untuk 3.435 daerah non 3T. Khusus untuk daerah 3T, infrastruktur telekomunikasi akan dibangun oleh BLU (Badan Layanan Umum) BAKTI Kominfo bekerjasama dengan operator selular untuk operasionalnya.

Point ketiga, meski Kominfo saat ini sedang serius untuk melakukan percepatan komersialisasi sinyal 5G, namun di saat bersamaan percepatan jangkauan 4G juga terus digenjot karena keduanya saling melengkapi. Percepatan pembangunan di daerah 3T diharapkan dapat memperkecil disparitas layanan internet guna mendukung penggunaan internet yang positif dan produktif, diantaranya untuk pengembangan ekonomi digital yang salah satunya menyasar UMKM on board.

Kerjasama Operasional BAKTI Kominfo Sebagai Implementasi Pembangunan BTS di Daerah 3T

BAKTI Kominfo selaku eksekutif agensi di bawah arahan Kementerian Kominfo bertugas untuk menggelar berbagai prasarana, salah satunya BTS 4G yang melayani daerah 3T. Dalam konferensi pers di saat yang bersamaan, Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latief, menyampaikan bahwa saat ini BAKTI telah menyelesaikan pembangunan BTS 4G di 1.209 desa dan kelurahan selama periode 2019—2021 dari total 9.113 wilayah 3T dengan menggunakan sumber pembiayaan dari kontribusi operator selular (PNBP USO). Sisanya, sebanyak 7.904 desa dan kelurahan akan diselesaikan pada tahun 2021—2022, yakni 4.200 wilayah di tahun 2021 dan 3.704 wilayah di tahun 2022 dengan menggunakan pembiayaan APBN yang bersumber dari rupiah murni dan PNBP Kominfo Non BLU.

BACA JUGA :  Bangun dan Rawat Kerukunan Umat Beragama di Tengah Kemajemukan Bangsa

Pembangunan BTS 4G di 7.904 wilayah 3T menggenapi upaya pemerintah untuk menutup kesenjangan digital, terutama bagi sebagian besar wilayah di Indonesia Timur. Dari jumlah tersebut 65%-nya atau sejumlah 5.204 wilayah berada di Provinsi Papua dan Papua Barat. Ini bentuk komitmen serius pemerintah untuk menghubungkan dan menyediakan layanan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Beberapa tahapan kegiatan telah dilakukan dalam pelaksaan pembangunan BTS 4G periode tahun 2021—2022 ini, salah satunya proses penandatanganan paket proyek kotrak payung dengan para penyedia infratsruktur terpilih yang telah dilakukan pada 26 Februari 2021 lalu. Selanjutnya pelaksanaan kick off meeting implementasi infrastruktur dan model bisnis BTS 4G bersama Menteri Kominfo beserta jajarannya di Denpasar, Bali, 25 Maret 2021. Serta pucak kegiatan yang berlangsung pada 23 April 2021 di Desa Kelanga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dimana Menteri Kominfo Johnny G. Plate melakukan prosesi peletakan batu pertama yang menandai dimulainya rangkaian pembangunan masif 7.904 BTS 4G di wilayah 3T.

Ketersediaan layanan BTS 4G di wilayah 3T tidak kalah pentingnya dengan pembangunan infrastruktur itu sendiri. Sebagai langkah lanjutan untuk memastikan ketersediaan sinyal 4G, BAKTI Kominfo saat ini tengah memproses penetapan kerjasama operasi (KSO) dengan perusahaan operator selular yang memiliki linsensi di Indonesia dengan dasar hukum Peraturan Menteri Keuangan No.129 tahun 2020. Dalam skema KSO ini Bakti kominfo bertanggung jawab melakukan pembangunan, pemeliharaan infrastruktur BTS 4G, dan menyediakan lahan. Sementara mitra operator selular bertanggung jawab untuk menyediakan layanan 4G kepada pelanggan, termasuk di dalamnnya melakukan operasi dan pemeliharaan jaringan 4G secara keseluruhan.

Selain BTS 4G, Bakti juga bertugas menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan pemberdayaan ekosistem digital, diantaranya melalui akses internet/wifi gratis di titik-titik layanan publik, pemanfaatan jaringan kabel serat optik Palapa Ring, dan penyediaan satelit multifungsi SATRIA yang saat ini dalam tahap konstruksi.
Kualitas layanan selular yang menjangkau hingga pelosok Nusantara menjadi ujung tombak hajad besar percepatan Transformasi Digital Nasional. Tugas BAKTI memastikan hak masyarakat Indonesia mendapatkan layanan yang berkuaitas, terjangkau, dan terjamin keberlangsungannya.

Ketika orang bertanya apa manfat internet itu? Jawaban beragam manfaat yang akan kita dapatkan dalam bidang Pendidikan, Ekonomi, Sosial Budaya, Kesehatan, Kemasyarakatan dan lain sebagainya. Keragaman jawaban manfaat internet ini menunjukkan bahwa banyak manfaat jaringan internet, karena telah memasuki segala subyek ilmu pengetahuan. Manfaat internet dalam kehidupan sehari-hari telah menjadi hal pokok, dan sepertinya anggapan orang bahwa “tiada hari tanpa internet” ada benarnya juga.

Penggunaan internet bagi ibu rumah tangga juga tidak ketingggalan, mencari informasi mengenai kesehatan, cara mengasuh anak hingga resep masakan bisa didapatkan dalam hitungan detik. Manfaat internet bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya tidak perlu dipertanyakan lagi, singkatnya masyarakat memanfaatkan internet kapan dan dimanapun berada. Sedangkan dari segi komunikasi, internet juga jadi saluran yang sangat efektif dan efisien bagi masyarakat untuk melakukan pertukaran informasi jarak jauh.

BACA JUGA :  Dua Tahun Perpusnas Jadi Perpustakaan Terbaik Dunia dalam Sajikan Jurnal Ilmiah

Dalam dunia pendidikan adalah hal yang tidak asing lagi di negeri ini, hampir semua sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi sudah mendapatkan fasilitas untuk mengakses intenet. Pengajaran bebasis multimedia dan internet atau yang kita sering dengar basis ITC dan penggunaan e-Learning adalah salah satu manfaat internet dibidang pendidikan. Hal lain manfaat internet bagi dunia pendidikan ini adalah membantu transformasi ilmu pengetahuan kepada anak didik karena kemudahan akses informasi dalam bidang pendidikan.

Internet merupakan sebuah perpustakaan besar yang didalamnya terdapat milyaran informasi atau data yang berbentuk teks, grafik, audio, animasi dan lain-lain dalam bentuk media elektronik. Seorang guru dengan cepat bisa mendapatkan informasi mengenai metode mengajar yang baik, mencari materi pembelajaran, informasi media pembelajaran dan lain sebagainya.

Dalam bidang ekonomi sudah menjadi kebutuhan yang mendasar, fasilitas internet telah merubah paradigma pasar. Mulai dari promosi barang hingga pemasaran dan pemesanan yang dapat diakses secara langsung. Perbankan, transaksi saham, penerbitan, dan iklan juga dilakukan melalui Internet. Transaksi jual beli dapat dilakukan untuk peningkatan income pendapatan masyarakat melalui jalur jaringan internet, karena bisa dijadiakan media bisnis online yang sangat efektif dan efisien karena kecepatan akses dan hemat biaya.

Dalam bidang kesehatan, kehadiran internet mempengaruhi pola kehidupan masyarakat, tak terkecuali dengan kesehatan. Dari segi manfaat yaitu memudahkan masyarakat dalam mengetahui berbagai macam informasi tentang penyakit hingga terapi beserta obat dan pencegahnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarkat.

Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain, interaksi sosial bisa terjalin dengan pemanfaatan internet, misalnya dengan media jejaring sosial seperti facebook, twitter dan massenger lainnya memungkinkan masyarakat berinteraksi dengan mudah. Promosi sosialpun tidak asing lagi bagi manfaat internet dibidang sosial.

Penggalangan dana untuk tujuan sosial sudah sering dilakukan melalui internet, seperti situs sosial dompet duafa misalnya atau situs-situs sosial lainnya dalam penggalangan dana bencana alam. Dengan menggunakan mesin pencari (search engine) google, yahoo ataupun yang lainnya dengan mudah dapat kita dapatkan informasi.

Alhasil apa yang dilakukan Bakti Kominfo sebagai wakil perpanjangan tangan pemerintah jelas harus diapresiasi, sebab semua tahu dengan internet semua yang jauh jadi terasa dekat. Bravo Bakti Kominfo. (Prajtna Lydiasari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *