Kajati Kepri Tegaskan Profesional dalam Penanganan Perkara Penggelapan Besi

 

JAKARTA-Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Hari Setiyono menegaskan jajarannya telah menjalankan tugas secara profesional dalam penanganan perkara besi scrap crane noel. Terlebih, terpidana dalam perkara itu telah menerima putusan pengadilan atau tidak mengajukan upaya hukun atas putusan pengadilan.

“Bahwa penanganan perkara tindak pidana penadahan dalam berkas perkara atas nama tersangka Usman alias Abi dan Umar dan berkas perkara tindak pidana penadahan atas nama tersangka Sunardi alias Nardi sudah melalui mekanisme penanganan perkara sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan perkara tindak pidana umum yakni penelitian berkas perkara, memberi petunjuk kepada penyidik, ekspose bersama penanganan perkara yang menyimpulkan berkas perkara telah memenuhi syarat formil dan materil hingga diterbikan P-21 (berkas perkara dinyatakan lengkap) tanggal 5 Mei 2021 dengan surat Nomor : B-435/L.10.1/Eoh.1/5/2021,” tegas Hari dalam rilisnya, Rabu (2/6).

Hari menjelaskan, para tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 480 ke-1 juncto (jo) Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 480 ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang ada kaitannya dengan perkara Tindak Pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP yang berdasarkan putusan pengadilan Negeri Batam Nomor : 170/Pid.B/ 2020/PN Btm tanggal 20 Mei 2020 dan diperkuat oleh Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru Nomor : 34/Pid.Sus/2020/PT PBR tanggal 23 Juli 2020 (dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap) bahwa terpidana Dedy Supardi alias Dedy bin Abas, terpidana Dwi Buddy Santoso alias Dwi alias Buddy bin Dedy Supriadi dan terpidana Saw Tun alias Alamsyah alias Alam bin MZ Husein telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana “pencurian dalam keadaan memberatkan” sebagaimana Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP atas barang berupa “besi scrap crane noel” yang sebagian atau seluruhnya merupakan milik Kasidi alias Ahok atau setidaknya milik orang lain.

BACA JUGA :  Anies Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

” Para terpidana dalam perkara pidana ‘pencurian dalam keadaan memberatkan’ tidak pernah melakukan upaya hukum dan menerima putusan pengadilan tersebut sehingga adanya tuduhan praktek mafia hukum di Kepulauan Riau dalam penanganan perkara sebagaimana diberitakan media massa adalah tidak benar,” tegasnya.

Hari mengatakan, berdasarkan berkas perkara yang didukung alat bukti, baik dari saki-saksi, surat, ahli dan keterangan tersangka yang didukung dengan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum pasti, barang berupa ‘besi scrap crane noel’ yang sebagian atau seluruhnya merupakan milik orang lain atau milik Kasidi alias Ahok tersebut meskipun sudah diberitahu oleh Kasidi secara langsung ataupun dengan cara memberikan surat pemberitahuan (somasi) melalui pengacaranya  yaitu Minggu Sumarsono akan tetapi para tersangka tersebut tetap mengangkut barang tersebut dan membeli dari para terpidana Dedy Supriadi alias Dedy bin Abas, terpidana Dwi Budy Santoso alias Dwi alias Buddy bin Dedy Supriadidan terpidana Saw Tun alias Alamsyah alias Alam bin MZ Husein dan para tersangka memperoleh keuntungan atas hal tersebut dengan menjual lagi ke Jakarta.(K24)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *