Dorong Manajemen Pendidikan Tinggi Lebih Modern Melalui Aplikasi Pindai Dikti

SMJkt/Prajtna Lydiasari

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam menjelaskan bahwa aplikasi Papan informasi dan data institusi Pendidikan tinggi (Pindai Dikti) ini dibuat untuk mendorong manajemen pendidikan tinggi yang lebih modern dengan membasiskan data menjadi informasi yang dikenal sebagai database atau pangkalan data yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan bagi manajemen dan pengembangan mutu berkelanjutan

“Kita tidak mungkin bisa melakukan peningkatan mutu tanpa melakukan pengukuran, oleh karena itu kami menyatukan banyak data yang ada untuk disajikan menjadi informasi yang lebih mudah dibaca dan dipahami dalam bentuk numerik ataupun grafik sebagai papan informasi serta data institusi pendidikan tinggi yang kita sebut sebagai Pindai Dikti,” jelasnya pada peluncuran aplikasi Pindai Dikti secara virtual, Rabu (2/6).

Nizam berharap dengan adanya aplikasi Pindai Dikti dapat mendorong peningkatan mutu yang berkelanjutan, semangat untuk terus memperbaiki diri, dan semangat untuk berbagi serta bergotong-royong diantara perguruan tinggi di Indonesia.

Tidak hanya diperuntukkan untuk perguruan tinggi di Indonesia, Pindai Dikti juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk mengetahui capaian mutu perguruan tinggi di Indonesia sekaligus sebagai bentuk akuntabilitas dan transparasi manajemen modern yang mana merupakan kewajiban sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik.

“Pindai Dikti dapat memperlihatkan profil sebuah perguruan tinggi dan posisi relative institusinya terhadap perguruan tinggi lain, baik dalam kelompok perguruan tinggi berdasarkan bentuk pengelolaan maupun terhadap keseluruhan perguruan tinggi di Indonesia,” tuturnya.

Data pengelolaan perguruan tinggi yang terkait dengan SNDIKTI terdiri dari data jumlah dosen tetap baik yang NIDN atau NIDK, data tren jumlah mahasiswa aktif 3 tahun terakhir, data laporan akuntabilitas perguruan tinggi yang merupakan data laporan non-akademik, data luas lahan perguruan tinggi, data daya tampung mahasiswa baru, data ruang kuliah dan laboratorium, data statuta perguruan tinggi, dan data status pembinaan perguruan tinggi yang menerima sanksi.

BACA JUGA :  Ditjen Dikti Apresiasi Antusias Mahasiswa Ikuti Sosialisasi Kampus Mengajar

Selain itu, data mutu prodi terdiri dari data akreditasi prodi dengan Peringkat Akreditasi Minimal C, data prodi terakreditasi internasional, data jumlah prodi kerja sama nasional dan internasional, data jumlah prodi yang memenuhi jumlah dosen tetap minimum 5 orang, serta data Jumlah prodi yang memenuhi rasio dosen terhadap mahasiswa.

Adapun Data Kinerja Perguruan Tinggi terdiri dari data dosen meneliti yang merupakan data jumlah dosen tetap yang memperoleh dana penelitian dengan sumber dana dari Kemendikbudristek, data dosen publikasi yang merupakan data jumlah dosen tetap yang melakukan publikasi baik nasional maupun internasional.

Data pengabdian masyarakat yang merupakan data jumlah dosen tetap yang melaksanakan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa, data aktivitas mahasiswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan data jumlah mahasiswa berprestasi, data jumlah lulusan perguruan tinggi/prodi setiap tahun, data lulusan bekerja dengan masa tunggu kurang dari enam bulan, dan data kesesuaian bidang pekerjaan, serta data kerja sama industri untuk kegiatan pembelajaran seperti praktik magang, PKL, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Ridwan, mengatakan bahwa aplikasi Pindai Dikti merupakan Sistem informasi yang dibangun untuk memantau perkembangan pengelolaan dan kinerja perguruan tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam pengendalian perguruan tinggi. Pindai dikti menyajikan representasi data-data dari berbagai sistem layanan Ditjen Dikti.

“Pindai Dikti pada prinsipnya menyajikan profil dan kinerja perguruan tinggi yang digolongkan dalam 5 kelompok data yaitu data dasar perguruan tinggi data pengelolaan perguruan tinggi, data mutu perguruan tinggi, data kinerja perguruan tinggi, serta data capaian 8 IKU untuk PTN yang selalu dimutakhirkan,” kata Ridwan.

Ridwan mengungkapkan bahwa 8 IKU ini juga digunakan untuk mengukur keberhasilan dari transformasi pendidikan tinggi di masing-masing perguruan tinggi. Data-data pada pindai dikti berasal dari berbagai sistem layanan Ditjen Dikti untuk memberikan gambaran informasi terkait kinerja perguruan tinggi di Indonesia. (nya/69)

BACA JUGA :  Lenovo dan Zenius Gelar Kompetisi Video Materi Kreatif untuk Guru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *