Koperasi Harus Naik Kelas

ADANYA anggota koperasi yang bisnisnya sukses sehingga bisa ekspor ke luar negeri ,harus menginspirasi anggota lain untuk mengikuti jejak yang sama. Perlu dicari tahu,apa resep suksesnya,kiat-kiatnya, mengapa pengusaha itu sukses, bagaimana cara menjalankan bisnisnya sehingga
orang itu bisa sukses.
Hal itu diungkapkan Dirut LPDB KUMKM Kemenkop Supomo usai menyaksikan ekspor perdana briket tempurung oleh CV Coconut Internasional Indonesia (CCI) ke Saudi Arabia dan Yordania, dan penyerahan pinjaman Rp 100 kepada KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Balo’ta Toraja,Senin,(31/5) kemarin lalu.
Pelepasan ekspor briket tempurung kelapa ke Arab Saudi dan Yordania sendiri dilakukan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki . Seusai launching ekspor perdana briket tersebut, Dirut LPDB Supono mendampingi Menkop dan UKM Teteb Masduki menyerahkan pinjaman dana LPDB sebesar Rp 100 miliar kepada KSP Balo”ta di Kantor Cabang KSP Balo”ta Makasar,Senin(31/5).
Pelepasan ekspor perdana briket tempurung kelapa ke Saudi Arabia dan Yordania yang dilanjutkan dengan penyerahan dana pinjaman LPDb senilai seratus miliar kepada KSP Balo’ta mempunyai keterkaitan dengan LPDB KUMKM mengingat CV Coconut Internasional Indonesia (CCI) merupakan salah satu nasabah KSP Balo’ta Tana Toraja
Ekspor perdana briket tempurung tersebut dilakukan CV Coconut Internasional Indonesia (CCI) Makasar dalam tiga kontainer dengan nilai US$ 35.000 per kontainer.
Pelepasan dilaksanakan di pabrik milik perusahaan tersebut (CCI,red) Jalan Sutami Makasar,Senin,(31/5). Ikut menyaksikan Dirut LPDB Supomo dan Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Gani Hayat.
Sebelum dilakukan pelepasan,dilakukan MoU antara CV Coconut Internasional Indonesia (CCI) dengan Bank Mandiri terkait pembiayaan CV Coconut Internasional Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Dirut LPDB turut mendampingi Menkop UKM menyerahkan sertifikat halal bagi 9 UKM Provinsi Sulawesi Selatan.
Adapun penyerahan pinjaman dana LPDB dilaksanakan di Kantor Cabang KSP Balo’ta Tana Toraja Cabang Makasar,disaksikan Kadiskop Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan Malik Faisal serta sejumlah perwakilan nasabah yang jumlahnya mencapai 20 an orang. Sebelum menyerahkan dana pinjaman,Menkop dan UKM berkesempatan menyaksikan sejumlah produk UKM anggota KSP Balo’ta Tana Toraja yang sebagian besar produk makanan dan kerajinan khas daerah Toraja,salah satu diantaranya kopi Toraja. Menkop.dan UKM bersama Dirut LPDB sempat mencicipi kopi Toraja.
Usai menyerahkan secara simbolik dana pinjaman LPDB kepada Ketua KSP Balo’ta Tana Toraja,Deddy Banggai,
Dalam kesempatan tersebut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengharapkan agar koperasi terus melakukan inovasi sehingga bisa secepatnya naik kelas.Bahkan upayakan dalam waktu yang tidak terlalu lama, koperasi segera beringsut ke usaha yang lebih besar, mengingat koperasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong perekonomian nasional.
” Indonesia memiliki kekuatan domestik seperti luasnya lautan yang melahirkan potensi perikanan, pertanian,kehutanan, perkebunan,migas dan lain-lain. Hal itu harus dimanfaatkan oleh koperasi kita. Banyak potensi di sekitar kita,” kata Menkop.
Sementara itu,Dirut LPDB Supomo menerangkan bahwa Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) senantiasa terus menerus ” mengawal” seluruh koperasi untuk mengingatkan anggota2nya yang memiliki potensi ekspor agar terus berinovasi dan mencari ide ide kreatif sehingga memperbesar volume ekspornya. Upaya mengingatkan itu disertai bimbingan,konsultasi dan advokasi sesuai fokusnya masing2.” Seperti contoh di Kabupaten Bener Meriah, Takengon Aceh, itu kan anggota koperasinya kan petani kopi,y tentu koperasi di sana (Kabupaten Bener Meriah,red) harus memiliki dan menguasai bagaimana menanam hingga menghasilkan kopi yang ideal. Sekaligus menguasai bisnis dan pemasarannya. Berkat suksesnya, petani- petani di Koperasi Takengon, bisa menjual langsung ke Starbucks,”jelas Dirut.
Dirur mengingatkan,ada banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan para anggota koperasi sehingga pinjaman LPDB mengalir efektif ,tepat sasaran dan meningkatkan status koperasi.
” Ditunjang LPDP , koperasi harus naik kelas, prestisius dan menjadi salah satu penopang perekonomian nasional yang signifikan. Intinya sesuai harapan Bapak Menteri Kooerasi dan UKM ,koperasi harus naik kelas, “paparnya.
Dia juga menerangkan bahwa,
,disela-sela ekspor perdana briket tempurung yang dilaksanakan CV Coconut Internasional Indonesia (CCI) diadakan MoU antara CCI dengan Bank Mandiri yang menandakan bahwa ke depan CCI akan memperoleh dukungan pinjaman dari bank tersebut. Ini berarti ,sambung dia anggota koperasi yang sukses usahanya memiliki peluang memanfaatkan jasa perbankan.
Hal ini juga, masih kata dia, jelas sangat menggembirakan. Karena dalam kerjasama perbankan internasional,seperti korespondensi harus dilakukan melalui bank yang sudah mempunyai cabang atau hubungan dengan bank asing. Jadi,kata dia,untuk anggota koperasi yang usaha ekspornya ke Uni Emirat Arab, Qatar ,Saudi Arabia dan Yordania,tentunya akan berhubungan dengan bank-bank yang sudah memiliki koneksi internasional .
” Dengan bank- bank yang ada di Dubai,Doha,Riyad atau Amman. Jadi di sana bank cabang mana,di sana bank mana. Kan kalau perbankan internasional ,ada keharusan mempunyai LC, trus dimana kantornya dll, ini perlunya perbankan,” ujar dia.
Pihak koperasi pun,sambung dia lagi, dengan bimbingan Kemenkop dan UKM terus mencarikan peluang ekspor.” Bahwa nantinya setelah kian sukses beralih ke bank,ya gak apa2, yang penting anggota itu terus berkembang usaha ekspor atau bisnisnya,”kilah dia.

BACA JUGA :  Asosiasi Klub Logindo Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Komunitas Logistik.


Terkait berapa persentase anggota koperasi yang memiliki usaha ekspor,Dirut mengaku,bahwa persentase anggota koperasi yang mempunyai usaha ekspor dipastikan terus tumbuh,mengingat Indonesia mempunyai banyak potensi baik di bidang kelautan,pertanian,perkebunan serta.kehutanan.
Acara penyerahan pinjaman yang digelar depan Kantor Pusat KSP Balo’ta dilanjutkan dengan tanya jawab santai antara Menkop UKM,Dirut LPDP serta Kadiskop Provinsi Sulawesi Selatan dengan para anggota KSP Balo’ ta di mana secara bergantian warga menanyakan sejumlah hal kepada menteri. Sebagian penanya rata2 memohon bantuan peralatan bagi sejumlah prokduksi yang jadi lahan garapan para anggota koperasi dan sebagian lagi berkonsultasi serta meminta arahan atas usaha yang dikelolanya.(budi nugraha/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *