Antibodi Terbentuk 28 Hari Usai Vaksin

Foto istimewa

PEKANBARU- Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi mengatakan orang yang sudah divaksin harus tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) karena belum aman dari penularan virus corona jenis baru penyebab COVID-19 itu, apalagi antibodi bagi seseorang baru akan terbentuk 28 hari setelah divaksin..

“Setelah divaksin, maka orang tersebut tetap menerapkan prokes COVID-19, seperti memakai masker dan menjaga jarak, itu saja dijalankan,” katanya sebagaimana dilansir Antara, Senin (31/5).

Ia menjelaskan bahwa antibodi yang terbentuk selama 28 hari setelah vaksin kedua, akan memberikan kekebalan tubuh hingga mencapai 67 persen, dan tidak ada vaksin yang memberikan perlindungan hingga 100 persen.

Paling tidak, katanya, setelah seseorang divaksin dapat memberikan kekebalan jika terpapar COVID-19 sehingga tidak dalam kondisi yang berat.

“Antibodi kekebalan tubuh 28 hari setelah vaksin kedua, vaksin Sinopharm yang kita pakai memiliki 67 persen melindungi. Artinya, dari 100 orang yang divaksin masih ada 33 orang yang terkena COVID-19 dan berita baiknya kalau yang 33 itu kena COVID-19 maka jumlahnya hanya 3 persen yang parah,” katanya.

Untuk itu, kata dia, satgas mengimbau masyarakat untuk bisa ikut program vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah.

Sejauh ini yang telah divaksin jika terpapar COVID-19 hanya bergejala ringan di mana kekebalan tubuh yang sudah divaksin empat kali lipat bila dibandingkan orang yang tidak divaksin, demikian Indra Yovi.

 

BACA JUGA :  Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi terus Akselerasi Capaian Vaksinasi GTK di Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *