Kredit Meningkat Seiring Membaiknya Prospek Ekonomi – Laba Maybank Group Kuartal I 2021 sebesar RM2,39 Miliar

Sekilas Kinerja Kuartal I 2021 (Secara Tahunan)

· Kredit Grup tumbuh 3,1% dibandingkan 0,3% tahun lalu

· Pendapatan bersih berbasis dana (net fund) naik 7,0% sebesar RM4,65 miliar

· Pendapatan bersih fee-based turun 8,5% sebesar RM2,18 miliar

· Pendapatan bersih operasional naik 1,5% menjadi RM6,83 miliar

· Biaya overhead Grup turun 4,1% menjadi RM2,82 miliar

· Laba operasional sebelum provisi (Pre-provisioning operating profit/PPOP) tumbuh 5,9% menjadi RM4,00 miliar untuk pendapatan yang lebih tinggi dan biaya overhead yang menurun

· Net impairment losses turun menjadi RM868,5 juta dari RM1,02 miliar

· Laba sebelum pajak tumbuh menjadi RM3,17 miliar

· Laba bersih meningkat menjadi RM2,39 miliar

· Simpanan nasabah meningkat 10,3%

· Posisi likuiditas yang sehat dengan LCR Grup sebesar 138,5%

· Posisi modal kuat: total rasio modal 17,51% & rasio CET1 penuh 14,18%

Jakarta, Suara Merdeka. Com. – Maybank, bank keempat terbesar dari segi aset di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan laba bersih Grup sebesar RM2,39 miliar untuk kuartal I yang berakhir 31 Maret 2021 (1QFY21) dibandingkan dengan RM2,05 miliar tahun lalu sehubungan pergerakan kredit yang meningkat seiring prospek ekonomi yang membaik dan biaya overhead dan impairment juga menurun. Grup mencatat laba sebelum pajak (PBT) pada kuartal I 2021 sebesar RM3,17 miliar dibandingkan RM2,80 tahun lalu.
Hasil ini mencerminkan return on equity sebesar 11,7% dibandingkan dengan 10,6% tahun lalu, sementara laba per saham naik 15,0% menjadi 21,0 sen dari 18,2 sen tahun lalu.
Pendapatan bersih operasional Grup tercatat sedikit naik menjadi RM6,83 miliar dibandingkan tahun lalu, didukung kenaikan pendapatan net fund based sebesar 7,0% menjadi RM4,65 miliar. Pencapaian tersebut didapatkan dari kenaikan kredit sebesar 3,1%, meskipun diimbangi sebagian oleh penurunan fee-based income (net) menjadi RM2,18 miliar dari RM2,38 miliar tahun lalu.
Melalui upaya berkelanjutan dalam mengelola biaya, Grup dapat menurunkan biaya overhead sebesar 4,1% menjadi RM2,82 miliar di kuartal I 2021 dari RM2,94 miliar tahun lalu. Hasil tersebut telah meningkatkan rasio cost to income Grup menjadi 41,3% dari 43,7% tahun lalu, dimana pendapatan Grup bertumbuh sebesar 1,5% melampaui penurunan biaya overhead sebesar 4,1% pada selama kuartal tersebut.
Laba operasional sebelum provisi (PPOP) Grup tercatat sebesar RM4,00 miliar dari RM3,78 miliar pada kuartal I 2020. Sementara, net impairment losses tercatat sebesar RM868,5 juta dibandingkan dengan RM1,02 miliar tahun sebelumnya. Meskipun demikian, Grup terus menempuh langkah konservatif, melakukan top-up untuk akun yang mengalami penurunan akibat devaluasi nilai jaminan, serta menerapkan management overlay untuk portofolio ritel, apabila diperlukan.
Didorong prospek ekonomi yang membaik, permintaan kredit meningkat pada kuartal I 2021 dengan kredit bruto Grup sebesar 3,1% dibandingkan dengan 0,3% tahun lalu. Operasional Grup di Malaysia yang mengalami peningkatan kredit yang stabil sebesar 4,9% selama kuartal pertama, didukung oleh peningkatan yang sehat sebesar 7,4% pada Community Financial Services (CFS) dibalik permintaan yang kuat di segmen perbankan Konsumer dan Bisnis serta UKM. Operasional Grup Singapura juga membukukan peningkatan, melalui kredit yang bertumbuh sebesar 2,1%, terutama dari bisnis CFS-nya. Tetapi, operasional Maybank di Indonesia, mencatat penurunan sebesar 18,3% terutama sebagai akibat dari write-off dan repayment oleh karena bank masih mengelola eksposurnya sebagai bagian dari strategi berkelanjutan untuk menyeimbangkan kembali portofolionya dalam memitigasi risiko.
Selaras dengan strategi Grup untuk mempertahankan basis likuiditas yang kuat dan memperluas struktur pendanaan berbiaya rendah, simpanan bruto meningkat 10,3% secara tahunan, didukung oleh peningkatan 10,0% di Malaysia dan 9,6% di Singapura. Alhasil, rasio giro dan tabungan (CASA) Grup meningkat lebih jauh menjadi 44,5% pada Maret 2021 dari 38,4% tahun lalu. Penurunan suku bunga yang terjadi sepanjang tahun 2020 dan pertumbuhan yang sehat pada deposito dan rasio CASA, telah mendongkrak marjin bunga bersih (NIM) Grup sebesar 8 basis poin menjadi 2,31% dari 2,23% tahun lalu.

BACA JUGA :  Dukung Pertumbuhan UMKM, Yili Group Sumbang Sepeda Serbaguna untuk Pemprov Jabar

Pernyataan Chairman dan Group President & CEO Maybank

Maybank Chairman, Tan Sri Dato’ Sri Zamzamzairani Mohd Isa mengatakan dengan pencapaian kinerja kuartal I 2021 yang menggembirakan, ini membuktikan kekuatan operasional Grup dan penerapan strategi proaktif Maybank yang telah diadopsi dalam satu tahun terakhir, meskipun di tengah iklim ekonomi yang tidak menentu karena pandemi.

“Meskipun kami melihat kasus penularan COVID-19 masih bermunculan di sejumlah pasar, kami berharap pemulihan ekonomi akan tetap berlangsung secara bertahap untuk kawasan ini, mengingat pemerintah setempat terus berupaya mengatasi rintangan dengan mempercepat program vaksinasi mereka. Maybank berada pada posisi yang siap untuk menjemput pemulihan ekonomi yang diharapkan dan akan terus memperkuat bisnis kami, mendukung stakeholder, serta membantu nasabah kami sehingga kami dapat bersama-sama bangkit lebih kuat.”
Sementara itu, Group President & CEO Datuk Abdul Farid Alias mengatakan Grup akan tetap waspada mengingat pandemi belum sepenuhnya teratasi. Oleh karena itu, Maybank senantiasa cepat dan siap sedia dalam memanfaatkan segala peluang yang ada, serta disiplin dalam mengelola bisnis.
“Salah satu risiko yang dihadapi lembaga-lembaga keuangan adalah implikasi dampak kredit yang mungkin terjadi oleh karena penerapan pembatasan pergerakan masyarakat akibat COVID-19, meskipun target dan penerapan Repayment Assistance (RA) cukup fleksibel. Bank harus selalu memantau situasi dengan cermat, dan mengaloksikan provisi kerugian kredit yang cukup untuk mengatasi hasil yang mungkin saja tidak sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu, kita harus terus waspada guna menjaga kelangsungan usaha Bank,” ujarnya. “Sementara itu, kami akan terus menjalankan bisnis sesuai dengan rencana M25 yang telah kami canangkan, dan berupaya untuk mendorong lebih jauh strategi digitalisasi kami karena hal ini merupakan kunci yang akan membantu kami untuk mencapai efisiensi yang lebih baik serta menyediakan pengalaman baru bagi nasabah.”

BACA JUGA :  Benny Hutapea Pertanyakan ke Pemerintah Nasib Sertifikasi 20 Eksportir Walet ke Tiongkok

Kekuatan Likuiditas & Modal

Grup mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang kuat, yang dibangun selama bertahun-tahun sebagai bagian dari pendekatan proaktif dan kehati-hatian guna mengurangi potensi volatilitas bagi kelangsungan bisnis. Posisi rasio CET1 menguat menjadi 14,18% sementara rasio modal total berada pada 17,51% (dengan asumsi re-investment sebesar 85%), dimana hal ini telah menegaskan posisi Maybank sebagai salah satu bank dengan kapitalisasi terbaik di kawasan operasional bank. Sementara, rasio cakupan likuiditas (liquidity coverage ratio) Maybank berada pada posisi yang sehat yakni 138,5% – melampaui persyaratan peraturan sebesar 100%.

Kualitas Aset

Kualitas aset Grup selama kuartal I 2021 tetap sehat dengan tingkat Gross Impaired kredit menurun menjadi 2,20% dari 2,71% pada Maret 2020 sementara biaya bersih pembebanan kredit (credit charge off) juga membaik menjadi 65 basis poin dibandingkan dengan 73 basis poin tahun lalu. Grup senantiasa waspada dalam memantau kinerja portofolio kreditnya untuk mendeteksi adanya tanda-tanda pelemahan pada tahap awal sehingga Grup dapat mengambil langkah proaktif bersama dengan nasabah yang terkena dampak guna membantu mereka mengelola kewajiban mereka secara efektif.

Sementara itu, loan loss coverage untuk periode tersebut juga secara signifikan membaik menjadi 112,6% pada Maret 2021 dari 81,5% tahun sebelumnya dimana Grup telah meningkatkan pencadangannya sepanjang berjalannya tahun.

Dukungan berkelanjutan bagi nasabah yang terkena dampak pembatasan pergerakan dan pandemi

Sejalan dengan tujuan Grup yakni humanising financial services, Maybank terus menawarkan berbagai paket Repayment Assistance (RA) kepada nasabah yang masih terimbas pembatasan pergerakan masyarakat akibat pandemi COVID-19, seiring berakhirnya skema moratorium kredit tahun lalu. Pada 10 Mei 2021, sekitar 16,9% dari saldo kredit di Malaysia masih belum terbayar, sementara proporsi di Indonesia dan Singapura masing-masing sebesar 20,3% dan 5,7%.(budi nugraha/69)

BACA JUGA :  AirNav Mencatatkan 1,2 Juta Pergeraka Pesawat Udara Pada 2020

*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *