Kemendikbudristek Masih Buka Kesempatan Calon Pelatih Ahli Sekolah Penggerak

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) masih membuka kesempatan bagi calon pelatih ahli program Sekolah Penggerak tahun 2021 hingga 5 Juni 2021. Saat ini telah tercatat lebih dari 10.000 calon pelatih ahli yang mendaftar melalui laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/programsekolahpenggerak.

Selanjutnya, rekrutmen ini akan menyaring 700 pelatih ahli dengan kualifikasi terbaik untuk bersama-sama memberikan dampak bagi cita-cita besar pendidikan Indonesia.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengajak para akademisi, praktisi pendidikan, widyaiswara, dan pengawas sekolah di 111 kabupaten/kota daerah sasaran program untuk berpartisipasi. Selain itu, ia juga mengajak pensiunan kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru yang memiliki komitmen untuk berpartisipasi memajukan ekosistem pendidikan.

“Kesempatan untuk menjadi pelatih ahli adalah kesempatan untuk berkontribusi dalam upaya gotong royong mentransformasi pendidikan Indonesia, belajar dan berbagi bersama pengawas, kepala sekolah dan guru di daerah sasaran serta berjejaring dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan dan komunitas dalam program Sekolah Penggerak,” ujarnya.

Mendikbudristek menambahkan bahwa transformasi pendidikan Indonesia tidak akan berjalan sempurna tanpa adanya semangat gotong royong. Untuk itu, dibutuhkan sosok penuh inspirasi dan dedikasi yang mendampingi kepala sekolah, guru serta pengawas sekolah untuk belajar, berbagi, berkonsultasi, dan bersama-sama mewujudkan ekosistem sekolah yang berpihak pada pelajar.

“Kami mencari pelatih ahli terbaik, berintegritas, percaya pada perubahan dan bersedia turut serta bergotong royong memajukan pendidikan Indonesia,” tambahnya.

Mengenal Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak

Pelatih ahli Sekolah Penggerak akan berperan sebagai pendamping dan pendukung bagi kepala sekolah, guru/pendidik dan pengawas sekolah/penilik untuk mewujudkan sekolah yang berpusat pada murid. Sebagai pelatih ahli, ia juga akan mendampingi tiga sampai lima sekolah dalam satu kabupaten selama minimal satu tahun.

BACA JUGA :  Tingginya Peminat Kompetisi Olahraga Siswa Nasional Tunjukkan Semangat Siswa di Tiap Daerah

Kemudian, pelatih ahli akan bertugas mendorong kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan sekolah dan pemangku kepentingan di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Seleksi pelatih ahli merupakan rangkaian program Sekolah Penggerak yang menjadi terobosan Merdeka Belajar Episode Ketujuh.

Pendaftaran dan rekrutmen tahap pertama bagi Calon Pelatih Ahli Sekolah Penggerak Tahun 2021 dibuka sejak tanggal 23 April hingga 5 Juni 2021. Tahap pertama ini terdiri dari pengisian biodata, pengisian esai, dan seleksi administrasi.

Tahap kedua meliputi simulasi melatih dan wawancara akan diselenggarakan pada tanggal 28 Juni-2 Juli 2021. Selanjutnya, tahap ketiga adalah tahapan untuk mengunggah surat kesehatan dan bimbingan teknis kepada yang lolos seleksi tahap kedua.

Kemudian, tahap keempat adalah pengumuman dan penetapan hasil seleksi pelatih ahli angkatan pertama, yaitu pada bulan Agustus 2021.

Berikut informasi mengenai rekrutmen Pelatih Ahli Sekolah Penggerak Tahun 2021. Kriteria Umum, antara lain Warga negara Indonesia (WNI), Berasal dari unsur akademisi, praktisi pendidikan, widyaiswara, pengawas sekolah di 111 kabupaten/kota daerah sasaran program, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, manajemen sekolah, dan guru dari sekolah yang mengembangkan kurikulum satuan pendidikan secara mandiri dan atau menggunakan kurikulum internasional, pensiunan kepala sekolah, pengawas sekolah/penilik, widyaiswara, dan guru/pendidik.

Adapun, sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan sehat dari dokter setelah lolos seleksi tahap 2. Pada saat mendaftar berusia minimal 30 (tiga puluh) tahun dan maksimal 65 (enam puluh lima) tahun, memiliki pengalaman melakukan pendampingan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah minimal 2 (dua) tahun.

Terbiasa dengan teknologi (internet dan aplikasi), memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan, memiliki komitmen, semangat perbaikan berkelanjutan, jiwa kolaborasi dan terbuka pada hal-hal baru, bersedia melakukan kunjungan lapangan sebanyak 4-6 kali dalam setahun, tidak memiliki peran sebagai asesor pada Guru Penggerak atau program Sekolah Penggerak dan mengisi pakta integritas. (nya/69)

BACA JUGA :  Rustian Siap Pimpin IKA UNAND, Dorong Kolaborasi Antar PT dan Hilirisasi Riset

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *