Kalbis Institute Dukung Pemerintah dalam Program Pemulihan Pariwisata

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kalbis Institute merepson secara aktif guna menyiapkan lulusan yang siap kerja dan siap mendukung program pemulihan pariwisata yang dicanangkan pemerintah. Salah satu yang telah dilakukan oleh Kalbis Institute adalah menyiapkan program Master of Management in Hotel Management.

“Melalui program ini, lulusan Kalbis Institute akan memiliki kemampuan analisis serta pengembangan proyeksi pariwisata kedepannya,” ujar Rektor Kalbis Institute, Naik Henokh Parmenas dalam webinar Leaders of The Years 2021.

Selain itu, Kalbis Institute juga menyiapkan program MM in Retailing bekerjasama dengan People Skills Asia dari Singapore dan APRA dari Malaysia, MM-MBA Business Strategy bekerjasama dengan APRA yang berkoneksi dengan University of York St. John, United Kingdom, MM in Digital Business and FinTech, MM in Entrepreneurship and Innovation, MM in Digital Marketing, dan MM in Sustainable Development.

Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Unggul yang dipersiapkan dalam memulihkan perekonomian di Indonesia pasca pandemi Covid-19.

“Dengan itu semua kami berharap setiap mahasiswa mampu memiliki soft skills yang baik dan sesuai dengan kebutuhan industri. Karena saya percaya bahwa hard skill mampu digantikan dengan keberadaan mesin dan teknologi, tapi tidak bagi soft skills, sehingga saya percaya bahwa soft skills adalah hard skills di masa depan, dan kami mau lulusan Kalbis Institute memiliki itu semua,” harapannya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Merangkap Mongolia, Dino Kusnadi menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergisitas antar lembaga baik pemerintahan, swasta, maunpun antar negara dengan harapan pemulihan ekonomi karena pandemik Covid-19 ini berangsur cepat membaik.

“Pengembangan potensi dirasakan sangat penting, terlebih saat ini sangat banyak sekali potensi ekonomi khususnya ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara khusus antara Indonesia dan Tiongkok,” kata Dino Kusnadi.

BACA JUGA :  Covid-19 Naik Tajam, Menag Terbitkan Edaran Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah

Dino Kusnadi juga menjelaskan potensi ekonomi digital antar kedua negara, dan khususnya Indonesia yang memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi digital dengan target mencapai 130 miliar dollar di tahun 2030. Ia menekankan pentingnya industri pariwisata, di mana industri memiliki dampak yang sangat besar di saat pandemik Covid-19.

Berbagai macam strategi pemulihan serta kegiatan promosi guna mendongkrak wisatawan asing ke Indonesia khususnya yang berasal dari Tiongkok. Salah satu strategi yang dibuat adalah pemberian insentif bebas bea di beberapa usaha pariwisata.

“Kami juga menjalankan dan mempromosikan #WorkFromBali dengan berbagai paket kerja sama, yang diharapkan mamu mendongkrak jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia dan mampu meningkatkan perekonomian pengusaha sehingga mampu mendorong roda perekonomian juga di Indonesia,” jelasnya.

Hal ini pun juga disetujui oleh pelaku usaha pariwisata, salah satunya Santika Indonesia Hotels & Resorts, Prita Gero memaparkan bahwa pentingnya kolaborasi dan insentif bagi para pelaku industri, hal ini sangat mendukung dalam mendongkrak kondisi dan kesehatan financial bagi pihak swasta.

Prita mengungkapkan bahwa hal ini tidak hanya akan membawa dampak baik bagi para pelaku usaha pariwisata namun juga bagi Indonesia. Dengan menambah jumlah wisatawan akan menambah pula tingkat okupansi kamar, sehingga pemulihan ini akan terasa nyata bagi pengusaha pariwisata serta ekonomi kreatif.

“Baik sekali program Work From Bali. Strategi kami adalah menciptakan suasana Bali di seluruh hotel kami. Sekaligus juga dengan melaksanakan kolaborasi khususnya Kompas Group, di mana merupakan group utama perusahaan kami, kami melakukan kerja sama melalui beberapa program televisi dengan harapan mampu memulihkan situasi yang ada,” ungkap Assitant Marketing Communications Santika Indonesia Hotels & Resorts, Prita Gero. (nya/69)

BACA JUGA :  Tak Ada Lagi Zona Merah di DKI, Namun Pandemi Belum Terkendali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *