Amanda Fedora: Muda dan Berbahaya

Amanda Fedora. (SM/BB).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com — Adakah yang lebih berbaya selain kepemudaan, yang dibarengi dengan kematangan? Kemudian dilengkapi dengan bakat yang terus ditajamkan. Demikianlah dengan sosok Amanda Fedora. Usianya masih 18 tahun, tapi kemampuannya melebihi usianya.

Dengan bakat musikal yang mengalir di darahnya, musik menjadi medium untuk menumpahkan semua yang dirasakannya. Dengan bermusik, katanya dalam virtual meeting, Sabtu (29/5/2021) siang, dara ayu ini memanifestasikan semua yang dirasakannya via lagu.

“Saya bisa mengekspresikan semua rasa galau, kejenuhan maupun keinginan saya (via musik)” kata Amanda Fedora.

Karenanya, via single ketiganya berjudul “Pursuit”, Amanda yang menggandeng Andi Rianto untuk memperkaya musiknya, melibatkan Budapest Orchestra.

Amanda menambahkan, pada single perdana sebelumnya, aransemen dipercayakan kepada Yudhisarianto dan mendapat dukungan Tompi. Tompi juga menyutradarai debut singelnya berjudul “Strombreaker”.

Sedangkan single keduanya berjudul “Wanderer”, aransemen musik dikerjakan Chikita Amanda dan video klipnya disutradarai Dio Setiawan san Tim Jendela .

Hebatnya, Amanda mendedikasikan karya ke dua itu untuk mendukung para penderita penyakit alzheimer dan caregivers melalui Alzi Indonesia

“Berbagi melalui musik itu sungguh menyenangkan,” imbuhnya yang bersekolah di Savannah College of Art and Design. “Selain bisa menghibur, musik juga mampu menumbuhkan motivasi bagi setiap orang,” lanjutnya.

Sedangkan tembang “Pursuit”, terinspirasi dari fenomena dan realita atas banyaknya kasus depresi dan putus asa.

“Perasaan itu bisa muncul karena berbagai hal yang disebabkan oleh tekanan sosial, penolakan, perundungan, ketidakharmonisan hubungan, kehilangan ataupun kegagalan dalam meraih prestasi baik di sekolah, kerja atau usaha yang bisa membuat orang kehilangan harapan untuk hidup,” katanya.

Intinya, Amanda mengajak setiap pribadi untuk berani menghadapi hidup. Karena menurut dia, setiap orang mempunyai masalah dalam hidup. Tapi harapanlah yang membuat manusia dapat terus bertahan. (Bb-69).

BACA JUGA :  Tahapan Pilkada Harus Sesuai Prokes

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *