Program Riset Keilmuan Terapan akan Relevansi terhadap Kebutuhan DUDI

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Salah satu bentuk link and match antara pendidikan tinggi vokasi dengan dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) adalah terciptanya solusi pada masalah DUDI yang berdasar pada pengembangan riset keilmuan terapan. Guna menciptakan ekosistem riset terapan yang kondusif inilah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan skema pembiayaan Program Riset Terapan Keilmuan Dalam Negeri Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi.

Program tersebut merupakan salah satu dari sembilan Program Beasiswa Pendidikan Vokasi Tahun 2021 yang disepakati oleh Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Ahmad Saufi menjelaskan, program riset keilmuan terapan ini kental akan relevansi pendidikan tinggi vokasi terhadap kebutuhan DUDI, khususnya sektor UMKM serta masyarakat.

Maka dari itu, Saufi meminta agar setiap riset terapan yang dilakukan perguruan tinggi vokasi harus sejalan dengan kebutuhan dunia industri atau bersifat demand driven.

“Riset terapan yang akan didanai adalah riset mampu menjawab kebutuhan DUDI, seperti supaya produk dalam bentuk barang atau jasa dapat lebih baik, lebuh berkualitas, dan murah. Tantangan ini datangnya dari DUDI,” ujarnya belum lama ini.

Pada program ini, Saufi menyebut bahwa LPDP menyerahkan seluruh proses penyusunan skema, syarat, dan seleksi kepada Kemendikbudristek. Pihaknya menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk terlibat menjadi kurator dan reviewer dari program ini sehingga baik pendidikan tinggi vokasi maupun industri yang digandeng memiliki persepsi yang sama terhadap pengembangan riset terapan.

“Skema ini diberikan apabila peneliti mampu menggandeng industri dan menyampaikan ada problem industri yang bisa dijawab dengan peluncuran dana riset terapan ini,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Sentral Pusat dari Kurikulum dan Pengajaran Harus Berfokus pada Industri

Luaran dari riset terapan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, akurasi, efisiensi dan efektivitas, serta berkontribusi dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial, meningkatkan efisiensi berskala operasi atau usaha, membangun agility, menjadikan product leadership, membangun operation excellence, membangun customer intimacy, dan produk yang adaptif terhadap perubahan di masa mendatang.

Sementara itu, riset penelitian terapan yang bisa digagas oleh tim peneliti pun nantinya akan bermacam topik, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, transportasi, energi baru terbarukan, kesehatan, konstruksi, pertanian, kemaritiman, kehutanan, sosial humaniora, hingga pengembangan karya intelektual.

Selain Program Riset Keilmuan Terapan, sebelumnya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama LPDP telah meluncurkan sembilan skema beasiswa yang terdiri atas dua program gelar dan tujuh program non gelar. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *