Dukung Implementasi Kampus Merdeka, Kemendikbudristek Buka Beasiswa Gelar dan Nongelar

SMJkt/Prajtna Lydiasari

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Untuk mendukung implementasi program Kampus Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan mengalokasikan dana abadi pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan membiayai beasiswa gelar maupun nongelar.

Direktur Jenderal Pendidikan tinggi, Nizam menyampaikan bahwa pada dasarnya Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diluncurkan untuk menghindari terjadinya mismatch antara perguruan tinggi dengan dunia kerja.

“Kita memberikan semangat Kampus Merdeka ini dengan menggerakkan mahasiswa kita belajar dari kampus kehidupan melalui sembilan kegiatan Kampus Merdeka yang saat ini sudah diluncurkan dan sudah banyak program yang dijalankan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) bersama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kemendikbudristek menggelar Sosialisasi Program Beasiswa Gelar dan Nongelar bagi Sumber Daya Manusia Pendidikan Tinggi Akademik dan Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, pada Selasa (11/5).

Nizam menjelaskan, beberapa program beasiswa gelar dan nongelar bagi SDM pendidikan tinggi akademik yang mendapat dukungan pendanaan tersebut sebagai upaya untuk mencapai IKU perguruan tinggi.

Dalam pengaplikasian program tersebut, Ditjen Dikti berdasar kepada delapan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (8 IKU PT), yakni lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, hasil kerja dosen digunakan masyarakat/mendapat rekognisi/pengakuan internasional, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, serta program studi berstandar internasional.

Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso mengatakan bahwa LPDP telah diberi amanah oleh negara ini untuk mengelola dana abadi. Dana tersebut harus dimanfaatkan antargenerasi untuk kemajuan bangsa.

BACA JUGA :  Kemendikbud Harus Beradaptasi dengan Cepat di Masa Pandemi

“Jadi dana abadi ini akan tetap abadi dan harapannya dalam waktu yang tidak lama akan meningkat, sehingga kita memiliki anggaran yang cukup untuk pengembangan SDM,” kata Dwi Larso.

Menurutnya, saat ini, LPDP dan Kemendikbudristek merupakan satu perahu, satu rumah dengan satu pintu namun punya dua jendela. “Kita join force, resources dan sumber daya kita bagi bersama-sama sehingga tidak terjadi lagi duplikasi dan kita bisa menyasar kepada tujuan penting yaitu kemajuan bangsa,” tuturnya.

Untuk mendaftar program magang PT DN, magang industri DN/LN, SAME, Post-doctoral, Erasmus Mobility, detasering, kemitraan dosen dengan guru, dan WCP, calon peserta dapat mengakses laman http://kompetensi.sumberdaya.kemdikbud.go.id/v2.

Sedangkan untuk mendaftar program Microcredentials mahasiswa S1, Kampus Mengajar, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Pabrik Wirausaha Mahasiswa S1, dan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka, laman yang dapat diakses yaitu http://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id.

Sementara, bagi yang ingin mendaftar Beasiswa Calon Guru SMK, Beasiswa S2/S3 dosen/calon dosen, Bridging Course, PBL bagi Siswa dan Guru SMK, dan Riset Keilmuan, calon peserta dapat mengakses laman https://beasiswa.vokasi.kemdikbud.go.id/. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




Enter Captcha Here :