Dirjen Dikti Tekankan Indonesia Harus Jadi Eksportir Produk Pertanian

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dan tanah yang subur. Berbagai buah, tanaman serta kayu bisa hidup tanpa harus memupuk dan membudidayakanya.

Untuk itu, ia menekankan bahwa Indonesia seharusnya menjadi eksportir produk-produk pertanian. Karena didasari oleh kesuburan tanah, kekayaan alam yang luar biasa, kecukupan sinar matahari setiap tahunnya dan jumlah air hujan yang melimpah.

Nizam berharap, ke depannya Indonesia menjadi pusat eksportir terbesar di dunia untuk produk-produk pertanian dan pangan yang maju.

“Kampus dengan 8,5 juta mahasiswa, seharusnya menjadi kekuatan raksasa untuk menggerakan dan memodernisasi pertanian kita yang tidak hanya berfokus pada petani saja, melainkan pada teman-teman yang ahli dalam bidang teknologi informasi, ekonomi, sosial, dan lain-lain. Kerja sama ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai kedaulatan pangan yang maju,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani menyampaikan menggenai data statistik impor yang dilakukan oleh Indonesia. Ia menggungkapkan di tahun 2020 Indonesia masih mengimpor beras, kedelai sejumlah satu juta ton per tahun, daging sebanyak 100 ribu ton pertahun dan masih mengimpor gula lebih dari 600 ribu ton pertahun.

“Artinya kita masih mempunyai kendala terkait dengan pangan dan kita belum merdeka dari pangan,” kata Paris.

Paris berharap melalui kegiatan ini, nantinya dapat menghasilkan luaran yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ia juga mengajak semua pihak mulai dari akademisi, pemerintah, dan industri untuk mengatasi permasalahan ini melalui ekosistem reka cipta yang telah dibangun di Kedaireka.

“Mari kita sukseskan kedaulatan pangan kita melalui Kedaireka. Kedaireka siap membangun membangun kedaulatan pangan dengan pendekatan pentahelix,” ajaknya.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Tenaga Pendidik di SMAN 70

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi dalam pemaparannya menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian khususnya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian untuk dapat menghasilkan produk-produk reka cipta.

“Produk-produk reka cipta ini sangat potensial untuk mendukung kedaulatan pangan. Produk-produk ini ditelurkan oleh para peneliti dari seluruh pelosok tanah air, termasuk dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian lain. Ke depan, akan terus kita genjot produktivitas, kualitas, dan kontinuitas produk pertanian kita,” papar Dedi Nursyamsi. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *