Kolaborasi Ditjen Dikti dan KKI Bersinergi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Kedokteran

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) akan saling bersinergi sebagai koordinator perguruan tinggi dan pengesahan standar pendidikan profesi di Indonesia. Melalui nota kesepahaman ini menjadi momentum dalam usaha untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia, yang akan turut berkontribusi pada arah kebijakan dan kebutuhan nasional.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam, pengembangan dunia pendidikan kedokteran Indonesia menjadi kian penting dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang siap terjun mengabdi dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat dan beradaptasi dengan model interaksi new normal saat ini.

“Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan kedokteran dan penyelenggaraan program adaptasi dokter dan dokter gigi di Indonesia,” ujar Dirjen Dikti, Nizam.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani menyampaikan dalam rangka mendukung revitalisasi dan perbaikan di sektor perekonomian Indonesia akibat dampak pandemi Covid-19, Ditjen Dikti terus mendorong perguruan tinggi untuk dapat lebih aktif dalam kontribusi di sektor ekonomi.

Implementasi kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka akan mendukung peningkatan partisipasi aktif perguruan tinggi dalam pembangunan nasional sekaligus peningkatan kualitas sektor pendidikan tinggi di Indonesia.

“Kami berharap melalui kerja sama ini, dunia pendidikan kedokteran Indonesia dapat semakin maju dan bersaing dalam melahirkan generasi penerus yang dapat melayani masyarakat dan menjamin keberlangsungan standar kesehatan nasional yang baik,” ungkap Paristiyanti.

Diharapkan implementasi kerja sama ini akan turut mendukung kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, melalui 8 Indikator Kinerja Utama yang meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, Putu Moda Arsana mengatakan penandatanganan nota kesepahaman ini dirancang dengan harapan untuk melakukan pelayanan dan penjagaan mutu kompetensi dokter dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran sesuai dengan fungsi regulasi bidang kesehatan.

BACA JUGA :  Ditjen Dikti Alokasikan Dana 500 Miliar untuk Program Kompetisi Kampus Merdeka

“Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama ini dibentuk dengan untuk melindungi masyarakat sebagai peningkatan mutu pelayanan dokter serta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dalam pelayanan kesehatan,” kata Putu.

Putu juga memberikan apresiasi terhadap kesuksesan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama yang telah disepakati.

“Dan saya ucapkan terima kasih kepada Ditjen Dikti Kemendikbud, dan semua yang turut serta dalam mensukseskan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama ini,” tambahnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *