Pembangunan Gedung Kampus Winduaji Pengaruhi IPM Kabupaten Brebes

 

 

BUMIAYU-Pembangunan Gedung Kampus Winduaji-Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes resmi dimulai. Peresmian dimulainya pembangunan kampus itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Karangsempu-Brebes, KH Abdul Wahid dan pengurus MWC NU Kecamatan Paguyangan, KH Imam Dasuki, Minggu (25/4). Berdirinya kampus baru ini diperkirakan akan mempengaruhi Index Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Brebes.

Dalam acara tersebut, Pengurus Harian Badan Pelaksana Penyelenggara UNU Purwokerto-Kampus Winduaji, Ustadz Purwanto SHI mengatakan, seremonial peletakan batu pertama dilakukan oleh ulama dan habaib agar pembangunan itu cepat terwujud dan bermanfaat.

“Semoga berkah dunia akhirat,” ujarnya.

Purwanto mengatakan, dengan dimulainya pembangunan gedung Kampus Winduaji itu diharapkan dapat mendongkrak Index Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Brebes. Di mana, Pembangunan manusia di Kabupaten Brebes pada tahun 2020 mengalami konstraksi yang ditandai dengan menurunnya IPM. Imbas wabah Covid-19, IPM Kabupaten Brebes tahun 2020 menurun 0,01 poin, dari 66,12 poin pada 2019 menjadi 66,11 poin di tahun 2020.

“Dengan berdirinya kampus dan terselenggaranya perkuliahan di Kampus Winduaji maka akan mempengaruhi langsung pertumbuhan IPM Kabupaten Brebes termasuk pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan, tahun depan Kampus Winduaji akan meluluskan puluhan sarjana. Di mana, mereka dari berbagai latar belakang usia dan profesi di antaranya aparatur pemerintah daerah.

“Semoga saja mereka yang sudah menginjak semester ahir tahun ini bisa lulus tahun depan.”

Purwanto mengatakan, kegiatan akademik yang sudah berjalan juga, lambat laun akan mempengaruhi paradigma masyarakat dan perekonomiannya. “Setidaknya ada peluang kerja baru dan mendongkrak kreatifitas anak muda.”

Dalam kesempatan tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Ar Ridho, Kranggan-Banyumas, Habib Muhammad Al Habsyi menyampaikan, perkembangan Kampus Winduaji UNU Purwokerto ke depan membutuhkan peran berbagai pihak, segenap elemen masyarakat.

BACA JUGA :  Integrasi Silandri Bukti Kepercayaan Kemensetneg kepada Kemendikbud

“Yang kaya membantu dengan hartanya, yang muda dengan tenaganya, yang cerdik pandai dengan pemikirannya, yang sepuh dengan nasihat dan doanya,” ujarnya.

Sementara itu, peletakan batu pertama dilakukan oleh KH Abdul Wahid dan KH Imam Dasuki Al Hafidz yang diiringi dengan munajat doa-doa. Hadir dalam acara itu, Pengurus Harian Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Purwokerto-Kampus Winduaji, Pengurus PC NU Kabupaten Brebes, Slamet Riyadi; Ketua MWC Kecamatan Paguyangan, Kyai Khamlani; pengurus LP Ma’arif Kabupaten Brebes, Mardianto, Kepala Desa Winduaji, Abdurahman dan tokoh masyarakat setempat. (K24)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *