Atasi Kekeringan, Semarang Siapkan 163 Tangki Air Bersih

SM/Dok

SEMARANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah menyiapkan bantuan air bersih bagi warga di daerah rawan kekeringan, yang kesulitan air bersih.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Heru Subroto usai upacara hari kesiapsiagaan bencana tingkat Kabupaten Semarang di halaman Kantor BPBD, Senin (26/4/2021).

Disampaikan, memasuki musim kemarau tahun ini, pihaknya memetakan 14 dari 19 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan. Dari 14 kecamatan tersebut, sebanyak 77 dusun di 33 desa termasuk sangat rawan kekeringan.

“Kita siapkan bantuan air bersih sebanyak 163 tanki berisi masing-masing 5 ribu liter. Jumlah itu bisa ditambah sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Dijelaskan, bantuan air bersih juga didukung dari Pemprov Jateng serta partisipasi perusahaan swasta.

Senada, bupati menyampaikan, untuk mengantisipasi bencana kekeringan dan kebakaran, pihaknya telah menyiapkan anggaran bantuan dan memetakan desa-desa wilayah yang berpotensi terjadi bencana. Penanganan bencana akan dilakukan secara terpadu dengan pihak-pihak terkait.

“Sehingga jika ada permintaan bantuan termasuk air bersih kita sudah siap,” ujar bupati.

Disinggung penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang, bupati memastikan tetap berkomitmen tinggi menyiapkan langkah strategis. Di antaranya, menggerakkan satgas Jogo Tonggo hingga ke tingkat RT/RW. Selain itu pembelajaran tatap muka di sekolah juga dilarang, serta pengetatan pengawasan para pemudik yang nekad pulang kampung.

“Ada pula pembagian masker dan hand sanitizer kepada para pedagang pasar untuk menekan potensi penyebaran virus,” tegasnya.

 

BACA JUGA :  60 Formasi CPNS Pemprov Jateng Tak Terisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *