Pelaku Pembangunan Perlu Tahu  Penggunaan Bambu, Supaya Karyanya Tak Mudah Rusak

Seminar online “Arsitektur Instalasi Bambu”

Para narasumber dan peserta seminar online berjudul Arsitektur Instalasi Bambu terlihat pada layar sedang berfoto bersama. Seminar diselenggarakan besama oleh Kenari Djaja bersama Majalah Asrinesia pada Kamis (22/4). (SM/Dok)

JAKARTA- Keunikan arsitektur tradisional nusantara tidak telepas dari penggunaan material bambu yang memiliki nilai jual pariwisata dan menarik banyak minat pecinta bambu untuk diterapkan pada berbagai fungsi arsitektur baru.

Bambu secara tradisi sudah menjadi bagian kehidupan rakyat dari material bangunan hunian, konstruksi jembatan, pengaman lingkungan, perlengkapan rumah tangga, alat kesenian dan banyak lagi. Karakter bambu sebagai bahan berongga beruas-ruas, bersifat lentur dan memiliki kekuatan tarik yang mengagumkan.

Berpedoman pada konstruksi bambu yang menciptakan bentuk atap khas bangunan tradisional Nusantara, menginspirasi ahli bambu dan arsitek melakukan terobosan merancang intalasi bambu menjadi suatu karya arsitektur yang menarik.

Bambu sebagai tanaman tropis tidak kehilangan karakteristiknya ketika dipadukan dengan material seperti logam, kaca dan beton. Karya arsitektur intalasi bambu mampu menarik perhatian dan akan mewarnai beberapa destinasi pariwisata di Indonesia mendatang.

Keahlian mengolah bambu sebagai elemen bangunan dengan konsep desainnya yang spesial disampaikan Ir. Pon S. Purajatnika, IAI, praktisi arsitek yang telah menekuni tanaman bambu sejak lama dan menggunakan dalam karya-karyanya. Narasumber ini menyampaikan topik Aplikasi bahan baku bambu dalam arsitektur.

Keindahan arsitektur instalasi bambu ini diperkaya oleh beberapa karya bambu hasil penelitian Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko, ST.,MT.,IAI seorang akademisi ITB yang karya instalasi bambunya mendapat penghargaan arsitektur menyampaikan topik Ketika bambu bermain dengan gaya, yang banyak memberi inspirasi pada arsitektur modern.

Keandalan dan keindahan arsitektur instalasi bambu tidak terlepas dari pengetahuan tentang kekuatan material khususnya bambu untuk pembangunan yang aman dan kuat. Informasi ini disampaikan ahli bahan bangunan Dr. Ir. Inggar Sephtia Irawati, ST.,MT.,IPM., peneliti dari UGM yang mendalami karakter tanaman bambu. Tapi narasumber ingin mengatakan bahwa, Bambu bahan bangunan unggul dan ramah lingkungan.

BACA JUGA :  Fast Company Masukkan Ruangguru dalam Daftar Perusahaan Paling Inovatif di Dunia

Pengetahuan ini sangat penting bagi pelaku pembangunan dalam menggunakan bambu pada karyanya agar tidak mudah rusak. Untuk itu Arsitek Ir. Budi A. Sukada, GradhonsDip.AA., IAI. pengamat dan pemerhati berbagai konsep desain arsitektur, memandu dalam seminar arsitektur tentang bambu yang unik ini.

Seminar online berjudul Arsitektur Instalasi Bambu, diselenggarakan besama oleh Kenari Djaja bersama Majalah Asrinesia pada Kamis, tanggal 22 April 2021 di tengah kegiatan ibadah puasa Ramadhan. Diikuti oleh 650 peserta terdiri dari kalangan profesional Arsitek, Ahli Struktur, mahasiswa jurusan arsitektur dan teknik sipil, serta pelaku pembangunan dan ahli bambu se-Indonesia. (bal/68)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *