Ground Breaking BTS di Natuna; Dari Permata di Utara Nusantara Untuk NKRI

Ranai, Natuna, Kepulauan Riau Suara Merdeka. Com. – Berharap tuntas tadi di tahun 2023, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) laksanakan Ground Breaking Base Tranceiver Station (BTS) 4G di kawasan Ranai, Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Ground Breaking BTS yang antara lain diperuntukkan bagi warga negara RI di kawasan 3T ini dilakukan Menkominfo Johny G Plate disaksikan, Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Latif, Direktur Infrastruktur Bambang Nugroho, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, dan jajaran pimpinan Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Kepulauan Natuna.
‘”Pembangunan BTS ini tentunya ditujukan kepada masyarakat yang berada di area terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Targetnya, Kemkominfo akan membangun sebanyak 4.200 BTS untuk mengatasi kesenjangan digital di wilayah 3T sepanjang tahun ini, “papar Menkominfo Johny G Plate, yang tampil dengan jaket kasual berlogo Kominfo.
Sebelum pelaksanaan Ground Breaking, Menkominfo disambut tarian sirih yang menggambarkan sambutan warga terhadap tamu agung.
Menurut Johny G Plate, Ground Breaking di Natuna tersebut merupakan langkah awal dari sejumlah pembangunan lain di seluruh tanah air.
” Pembangunan di wilayah ini akan mengawali seluruh pembangunan BTS dengan menggunakan dana Universal Service Obligation (USO) yang ditujukan untuk wilayah 3T di seluruh Indonesia,”tegasnya.
Ditegaskan oleh Menkominfo, terkait dengan infrastruktur Telekomunikasi Informatika dan Komunikasi (TIK), tahun ini, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kemkominfo akan membangun 4.200 BTS di seluruh Indonesia, khususnya wilayah 3T yang dilakukan dalam 5 paket.
Dalam kesempatan tersebut Menkominfo menambahkan, pembangunan infrastruktur TIK di Kepulauan Kepri tidak hanya membangun BTS. Tetapi, Kemkominfo juga telah membangun jaringan fiber optik (Palapa Ring) sepanjang 2225 KM, yaitu sepanjang 1724 KM di darat, dan 531 di bawah laut.
Proyek pembangunan tersebut ditujukan untuk menunjang akses telekomunikasi di wilayah Kepri, serta untuk mendukung kehidupan sosial maupun ekonomi di wilayah Kepulauan Riau sebagai salah satu gerbang vital NKRI.
Target tersebut, telah diwujudkan dalam bentuk pemasangan fiber optik yang menghubungan Provinsi Jambi dengan Kepulauan Riau serta Kalimantan Barat. Di mana koneksi itu itu terhubung dengan kawasan provinsi2 lain sebagai bagian dari jaringan nasional untuk mendukung serta mendorong pembangunan TIK( Teknologi Informasi dan Komunikasi).

BACA JUGA :  Masuk 10 Terbaik Mobile Banking, Transformasi Digital di bjb Buahkan Hasil

Butuh Infrastruktur
Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa sebagai salah satu daerah yang menjadi wilayah terluar di Indonesia, Kabupaten Natuna membutuhkan infrastruktur komunikasi guna menjaga kedaulatan wilayah NKRI.
Pembangunan jaringan komunikasi yang memadai menjadi hal yang mutlak untuk digesa oleh pemerintah.
“ 81.952 jiwa penduduk Natuna adalah para penjaga terdepan dari negeri kita. Kepri, khususnya Kabupaten Natuna membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dalam hal komunikasi karena letak Natuna yang menjadi teras negara sangat riskan dari pengaruh negara asing,” ucap Gubernur H. Ansar Ahmad .
Menurut Ansar, dengan potensi yang dimiliki oleh Natuna maka sudah sewajarnya ketersediaan sinyal menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.
Gubernur Ansar memaparkan bahwa saat ini blok migas Natuna memiliki cadangan 46 triliun kubik yang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Di bidang kelautan, Natuna memiliki potensi satu juta ton hasil laut yang bisa dimaksimalkan.
“Potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Natuna ini harus kita jaga betul dengan adanya sinyal yang baik supaya masyarakat kita disini bisa segera melapor apabila ada kapal-kapal asing yang masuk ke wilayah kita,” tandasnya.
Karena itu, pihaknya mengharapkan agar Menkominfo menambah lagi BTS untuk Kabupaten Kepulauan Natuna.
” Jumlah tersebut masih kurang jika dibandingkan dengan blank spot yang ada di Natuna. Setidaknya dibutuhkan lagi 114 titik BTS guna menjangkau keseluruhan wilayah kepulauan Natuna, “imbuhnya.
Karena pihaknya sambung dia memohon kepada Menkominfi agar melanjutkan terus program perluasan sinyal ini. Kedepan pihaknya minta kepada Bupati Natuna agar menyiapkan terus segala izin-izin yang dibutuhkan untuk pembangunan BTS ini.
Selanjutnya Gubernur Ansar sangat mengapresiasi gerak cepat Menkominfo yang meninjau langsung pelaksanaan pembangunannya BTS usai dirinya bertemu dengan Menkominfo beberapa waktu lalu.
“Saya mewakili masyarakat Kepri khususnya masyarakat Natuna mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kementerian Kominfo atas program yang sangat memberdayakan masyarakat ini,” ucapnya.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebutkan jika kedatangannya ke Kepulauan Riau ini memiliki dua tujuan. Yang pertama adalah memastikan masyarakat di daerah 3T memiliki akses sinyal yang bagus.
“Kita tidak bisa pungkiri apabila sinyal merupakan kebutuhan utama kita. Dalam urusan pemerintahan jaringan sinyal adalah yang krusial. Saat ini di masa pandemi pun anak-anak kita sangat butuh sinyal yang bagus untuk sekolah online. Inilah komitmen kami dalam membangun Indonesia di bidang IPTEK,” kata Johnny.
Tujuan keduanya adalah mengkaji pembangunan Indonesian Gubernur Cloud atau Pusat Data Pemerintahan di Batam. Proyek ini adalah untuk mewujudkan Satu Data Indonesia.
“Dengan adanya Satu Data Indonesia ini, kebijakan-kebijakan Pemerintah Indonesia akan lebih mudah karena sudah memiliki data yang pasti dalam pengambilan keputusan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  38 Tahun Pindad, "Adaptive To Be A Champion"

Ground breaking BTS ini merupakan program Universal Service Obligation (USO) yang digagas BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bertujuan guna menyatukan nusantara dalam hal ketersediaan sinyal di wilayah 3T. Pembangunan BTS ini dilaksanakan oleh Konsorsium yang terdiri dari perusahaan Fiberhome, Telkom infra, dan MTD. Program pembangunan BTS ini akan dibangun sebanyak 17 BTS untuk 17 desa di Natuna.(budi nugraha/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




Enter Captcha Here :