Susi Pujiastuti, Host TV Termahal di Indonesia.


Ketika Sesama Preman “Jegang”

Oleh Erwiantoro Cocomeo Cacamarica.

Jakarta, Suaramerdekajkt.com — Jika bicara host atau pembawa acara di televisi swasta di Indonesia. Menurut mBah Coco, pasti kebanyakan orang, menyebut nama-nama selebritis kondang seantero jagat Indonesia. Sebut saja Tukul Arwana, yang pernah melejit sebagai pembawa program di Trans7, seperti – “Empat Mata”, kemudian “Bukan Empat Mata”, dan berlanjut rebranding “Ini Baru Empat Mata”.

Ada program Mata Najwa, yang dibawakan Najwa Shihab, yang awalnya ada di MetroTV, dan kemudian “pisang ranjang” dengan pemilik MetroTV, kemudian masuk dalam program dengan nama yang sama, “Mata Najwa” di Trans7. Juga, yang masih bertahan di MetroTV, adalah program Andi Noya, bertajuk “Kick Andy”.

Bahkan, jika harus head to head dengan Sule atau pun Raffi Achmad, dibanyak program tivi swasta sebagai host atau pembawa acara. Versi mBah Coco, program “Susi Cek Ombak” yang langsung dibawakan Susi Pujiastuti, di MetroTV, adalah pembawa acara atau host termahal, di republik “mbelgedes” ini.

Jika, di jaman Tukul Arwana melejit, sekali tayang harganya sebagai pembawa acara Rp 50 juta. Sedangkan, Najwa Shihab, jika awalnya sebagai karyawan MetroTV, dan kemudian saat “bedol desa”, harga Mata Najwa, sesuka-sukanya manajemennya sendiri, tergantung iklan spot yang masuk di Trans7. Begitupula, dengan Andi F. Noya, yang sebelumnya karyawan MetroTV, akhirnya juga mandiri, bersama yayasannya.

Sedangkan, program “Susi Cek ombak” di MetroTV, yang digawangi Susi Pujiastuti, adalah pembaca acara paling makjlebbbbb. Bayangkan saja, untuk sekali tayang, sebagai host, Susi Pujiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Kabinet Jokowi 2014 – 2019, dihargai Rp 50 juta.

“Cukup untuk hidup sehari-hari dengan anak dan cucu saya di Pangandaran,” kata Susi.

Hanya saja, lagi-lagi versi mBah Coco, diluar punya nilai harga, sebagai pembawa acara yang profesional. Susi Pujiastuti, punya “bargaining”, dalam kontraknya dengan MetroTV, bahwa setiap spot iklan yang ditayangkan, dalam program 90 menit “Susi Cek Ombak”, punya nilai kompensasi mujarab.

‘Saya mendapatkan nilai spot iklan di MetroTV, minimal 2 kapal nelayan, dan sering dapat empat kapal nelayan. Kalau dihitung harga kapal. Satu kapal nelayan, sudah menggunakan mesin 500 cc, harganya antara Rp 60 sampai Rp 70 juta,” lanjut Susi, yang selalu tampil cuek bebek itu.

Trus, tanya mBah Coco, “Kapal nelayannya mau diapain?”

BACA JUGA :  Polisi Optimistis Tak Ada Kendaraan yang Lolos Saat Mudik Lebaran

“Saya punya komunitas nelayan se-Indonesia, saya selalu berkomunikasi dengan mereka sampai hari ini. Kapal-kapal dari hadiah spot iklan di MetroTV, saya berikan ke mereka, yang membutuhkan, dan setiap bulan, banyak para nelayan yang telepon, untuk bisa dapat kapal baru dari saya,” lanjutnya.

Cerita pendek mBah Coco ini, hanya untuk sekadar memberi gambaran, bahwa ada sosok seperti Susi “Duyung” Pujiastuti, masih punya jiwa sosial. Baik sebelum jadi menteri, saat menjadi menteri, atau sesudah tidak lagi jadi menteri. Ternyata, karakternya selalu peduli dengan para nelayan di pelosok Tanah Air.

Jadi, pantas jika wawasan dan ilmunya Susi Pujiastuti, sebagai seorang “entrepreneur”, masih menjadi impian para nelayan, dan sangat berharap Susi Pujiastuti, terus menerus mempertahatikan dunia kelautan, walaupun tanpa kekuasaan. Cukup, masih punya program di MetroTV sebagai host termahal di Indonesia – “Susi Cek Ombak”.(bb-69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *