Mendikbud : Peran Teknologi Pastikan Anak dapatkan Pendidikan Pembelajaran

Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim saat Peluncuran Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) secara daring, Kamis (15/4). (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa teknologi dari hari ke hari semakin tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Untuk merespon hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) dengan menjadikan Digitalisasi sekolah sebagai salah satu prioritas dari Merdeka Belajar.

“Melalui pengembangan platform pendidikan nasional berbasis teknologi dan pembangunan infrastruktur kelas atau sekolah masa depan. Pandemi Covid-19 membuktikan betapa besarnya peran teknologi dalam memastikan anak kita tetap mendapatkan pendidikan pembelajaran. Saat pembelajaran tatap muka tidak mungkin dilakukan,” ujar Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim saat Peluncuran Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) secara daring, Kamis (15/4).

Saat ini, lanjut Mendikbud, kita bersiap menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas yang mengharuskan sekolah menyediakan layanan pendidikan secara luring maupun daring. Kemendikbud pun menyadari pentingnya literasi digital.

“Sehingga fasilitas dan infrastruktur teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan strategis. Oleh karena itu, kami terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru-guru tentang pemanfaatan teknologi, dengan menyelenggarakan peningkatan kompetensi TIk atau PembaTIK,” tuturnya.

Sejak April hingga November 2021, Pusdatin akan mengadakan kegiatan peningkatan kompetensi TIK untuk guru melalui bimbingan teknis PembaTIK secara daring.⁣ Kegiatan PembaTIK mengacu standar kompetensi TIK guru dari UNESCO dan⁣ dikembangkan menjadi empat level kompetensi yaitu literasi, implementasi, kreasi, serta berbagi dan berkolaborasi.

“Ini adalah program bimbingan teknis yang mengacu pada model kompetensi guru rancangan UNESCO, dengan memanfaatkan portal rumah belajar sebagai medianya,” terangnya.

Ia mengungkapkan bahwa PembaTIK telah menjadi salah satu program unggulan pusat data dan teknologi Kemendikbud, diikuti oleh 70.300 guru di seluruh Indonesia pada tahun 2020 luar biasa. “Dan tahun ini kami menargetkan 75.000 untuk mengikuti program bimbingan teknis,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Inilah Lima Terobosan Seleksi Guru PPPK

Para guru yang mengikuti program PembaTIK 2021 akan melalui empat tingkatan level atau level pertama literasi TIK. level kedua implementasi TIK, level ketiga kreasi TIK. Level keempat, berbagi dan berkolaborasi menghasilkan materi pembelajaran.

“Selanjutnya peserta terbaik dan dipilih menjadi sahabat rumah belajar dan akan mengikuti seleksi Duta rumah belajar mewakili provinsi di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Mendikbud menjelaskan bahwa tantangan global dari hari ke hari semakin menuntut sumber daya manusia (SDM) pendidikan yang tangguh, tangkas, cerdas dan kreatif. Guru yang memiliki kemauan untuk memaksimalkan potensi diri dengan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran merupakan salah satu kriteria terpenting guru penggerak.

“Karena guru yang ingin belajar tertantang ingin belajar teknologi. Para guru penggerak ini akan menjadi Garda terdepan dalam upaya perbaikan kualitas pendidikan Indonesia. Kami yakin para peserta PembaTIK merupakan para tenaga pendidik terbaik Indonesia yang siap untuk menjadi jawaban untuk tantangan global dihadapi bangsa ini. Dan mencetak calon-calon pemimpin masa depan dengan profil pelajar Pancasila,” jelasnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *