Pembangunan Kebudayaan Harus dimulai dari Desa

Desa Wisata Lerep Semarang. (Foto Humas Kemenparekraf)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Paradigma pembangunan kebudayaan harus dimulai dari unit kebudayaan terkecil, yaitu desa. Saat inilah waktunya bagi masyarakat Desa untuk dapat bergerak dan berkembang sesuai dengan imaji mereka tentang masa depan desanya.

“Desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, tetapi Desa merupakan subjek dari pembangunan itu sendiri,” ujar Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Bito Wikantosa.

Menurutnya, tujuan pengaturan desa sebagaimana diamanatkan pada Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014, tujuan pengaturan desa di antaranya adalah mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa guna kesejahteraan bersama serta melestarikan dan memajukan adat, tradisi, dan budaya masyarakat desa.

Selain itu, Bito juga menegaskan bahwa dalam SDG’s Desa poin 18 mewujudkan kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif merupakan kunci utama dalam pembangunan berkelanjutan yang diharapkan akan tumbuh dengan adanya program pemajuan kebudayaan desa.

“Tujuan akhir pembangunan desa adalah mencapai SDG’s Desa atau pembangunan desa yang berkelanjutan,” tegasnya. (nya/69)

BACA JUGA :  Sutardji Calzoum Bachri, Summertime, dan Gedung DPR RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *