Bantu Kerja; Melaraskan Calon Pemagang Dengan Pemberi Magang.

Tari Sandjojo. (istimewa).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Sinkronisasi antara kemampuan calon pekerja dengan lapangan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang mendasar dewasa ini. Persoalan laten ini menjadi persoalan krusial dan utama dalam dunia lapangan kerja di Indonesia. Karena dalam banyak perkara, kemampuan calon pekerja dengan lapangan kerja yang tersedia, menjadi tidak singkron.

Untuk mengharmonisasikan hal ini,  Bantu Kerja, mengada. Laman Bantu Kerja, sebagaimana dijelaskan Tari Sandjojo, adalah virtual hub yang secara langsung mempertemukan calon pemagang dengan pemberi magang.

Yang diadaku akan menjawab persoalan laten dunia magang. Dengan memberikan fitur-fitur berbentuk modul pembekalan bagi calon pemagang. Dengan memberikan konten-konten multimedia berisi tips dan trik sukses magang langsung dari para pemberi magang.

“Sekaligus kisi-kisi untuk proyek magang darinya, yang bisa langsung di-bid oleh pemagang. Lalu berikan pula sentuhan gamifikasi bagi tiap proyek magang yang tengah berjalan demi memicu rasa penasaran bagi calon pemagang. Untuk selalu menuntaskan tiap tugas dengan sebaik-baiknya,” kata Tari Sandjojo dari PT Matata Edu Inovasi dalam virtual meeting di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Tari menambahkan, virtual hub yang diciptakan, dapat menjadi platform yang unik, tepat guna dan lebih tepat sasaran. Virtual hub menurut dia dapat menjadi solusi dari masalah yang selama ini terjadi terkait calon pemagang dan pemberi magang.

Virtual hub inilah yang dihadirkan PT Matata Edu Inovasi. Dengan nama Bantu Kerja, berbasis web.

Enrico Pitono, founder Matatacorp, holding company PT Matata Edu Inovasi, menambahkan, web-nya tidak memberikan pelajarab kemampuan teknis atau teoritis.

Tetapi justru merujuk pada soft skills yang lebih mendasar lagi. Seperti kemampuan berinteraksi, berkomunikasi, sekaligus kemampuan menempatkan diri di tengah dunia kerja yang notabene berbeda dengan dunia sekolah atau kuliah.

BACA JUGA :  Presiden: Kita Masuki Tahun 2021 dengan Langkah Tegap

“Hal-hal seperti itu, yang tak pernah menjadi masalah alias sudah purna di negara seperti Inggris, atau sebagian besar negara Eropa dan Asia lain,” kata dia.

Tari mengakui bahwa gap sebagai akibat dari ketidakluwesan kurikulum dalam merespon kebutuhan dari industri penyerap tenaga kerja, masih terjadi di negara kita.

“Yang saya alami dan pahami sebagai pendidik selama ini adalah siswa-siswa itu akan lebih senang dan terpacu untuk belajar jika diterjunkan langsung ke dalam situasi sebenarnya,” kata Tari.

Bantu Kerja dimaksudkan dapat menjembatani kebutuhan industri dengan ekspektasi dari pemagang. Karena di situlah banyak terjadi gap.

Jembatan yang dimaksud Tari, tak hanya mempertemukan dan membiarkan kedua belah pihak itu berinteraksi sendiri. Lebih dari itu platform Bantu Kerja juga berlaku sebagai fasilitator komunikasi antar kedua pihak mengenai berbagai proyek magang yang ditawarkan di dalamnya.

Di platform ini, tiap mitra industri yang membutuhkan tenaga magang, bisa memposting proyek-proyek magang yang mereka punya untuk kemudian di-bid oleh calon pemagang. Sebagai empunya proyek, pemberi magang bisa memberi pembekalan berupa kisi-kisi serta tips dan trik tentang proyek tersebut.

Sejak proses bidding dan selama proyek berjalan, pemberi proyek bisa mulai menilai dan memilah pemagang mana saja yang sesuai dengan kriteria mereka. Jika kemudian hasil akhirnya sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, besar kemungkinan si pemagang akan terpilih untuk dipakai lagi sekiranya ada proyek baru lainnya.

Dilakukan sepenuhnya secara online, hal itu merupakan solusi bagi kegelisahan industri dalam soal magang ini.

“Salah satu kebingungan yang selama ini saya lihat beredar di sisi industri mengenai permasalahan pegawai magang adalah perihal kapasitas ruang dan logistik lain yang bisa mereka sediakan. Di satu sisi mereka butuh pemagang, tapi di sisi lain mereka tak sanggup jika harus mengakomodir sekian banyak orang di satu waktu tertentu secara fisik,” cerita Rico.

BACA JUGA :  Enam Tokoh Dianugerahi Pahlawan Nasional

Bagi para calon pemagang, selain kesempatan magang di berbagai jenis dan varian proyek, platform Bantu Kerja menawarkan pembekalan berbentuk modul-modul yang isinya bersifat komplementer terhadap apa yang sudah didapatkan di bangku sekolah.

“Kami membuat modul-modul tersebut berdasarkan tabulasi problem yang kerap ditemui dalam interaksi antara pemberi dan penerima magang. Lalu kami sesuaikan dengan kurikulum bersama guru-guru dari beberapa sekolah,” jelas Tari.

Setelah memenangkan bid, dalam menjalankan tugas-tugas magangnya, seperti sudah dijelaskan di atas, para pemagang akan melalu serangkaian tahap. Di tiap tahapnya mereka akan mendapatkan badge. Hanya mereka yang mengantungi badge lengkap yang berhak dinilai hasil akhirnya oleh pemberi magang. Seperti dalam game saja: kalau belum lengkap, belum bisa mencapai tahap final.

Dirancang untuk calon pemagang dalam rentang usia 14 hingga 24 tahun, unsur gamifikasi macam ini sengaja disisipkan untuk agar tetap relevan dengan kebiasaan dan alur logika berpikir mereka. (Bb-69).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *