Yuk Berkenalan Dengan Batik Tenun Inuh dari Lampung Selatan!

 

LAMPUNGSELATAN,SuaraMerdekaJkt.Com – Sejak batik ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia oleh Unesco pada tahun 2009, euphoria batik melanda seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya di Jawa, semua propinsi di Indonesia pun berlomba mengembangkan motif batik mereka sendiri. Tak ketinggalan dengan Kabupaten Lampung Selatan yang sudah mulai mengembangkan batik bercorak khasnya sendiri bahkan sejak tahun 2005 lalu.

‘’Yang luar biasa, Lampung Selatan sudah mengembangkan batik tenun Inuh sejak tahun 2005. Tenun Inuh adalah tenun ikat khas Lampung Selatan. Motifnya khas daerah pesisir, diantaranya kapal, pohon kelapa dan hewan laut seperti ikan dan cumi-cumi. Motif tenun Inuh ini kemudian dijasikan motif batik sebagai batik khas Lampung Selatan, yaitu batik tenun Inuh,’’ ungkap Winarni Nanang Ermanto, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung Selatan kepada SuaraMerdekaJkt.com dalam acara Pengenalan Batik Tenun Inuh yang digelar Asah Kebaikan bersama Dekranasda Lampung Selatan di Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (7/4).

Tenun Inuh adalah wastra unggulan dari Lampung Selatan, namun selama ini penggunaannya sangat terbatas. Bahkan di masa lalu, ada sebuah tradisi, dimana satu keluarga hanya boleh memiliki selembar kain tenun Inuh saja. Semakin hari, tenun Inuh pun semakin langka keberadaannya. Maka pada tahun 2005 muncul ide untuk mengembangkan dan melestarikan tenun Inuh sebagai motif batik khas kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Winarni dilestarikannya tenun Inuh sebagai motif batik khas Lampung Selatan memiliki banyak misi.

‘’Selain mempromosikan tenun Inuh ke masyarakat luas, juga agar tenun Inuh bisa digunakan di semua acara. Dipakai lebih ringan dan bisa digunakan untuk semua jenis fesyen. Bisa dipadukan dengan kebaya, maupun kreasi lain tanpa batas,’’ tutur Winarni yang siang itu tampil cantik mengenakan gaun two pieces batik tenun Inuh berwarna pink.

BACA JUGA :  Jessy Silana Wongsodiharjo Putri Pariwisata Indonesia 2020.

Disulam Tapis

Dalam kesempatan tersebut, Winarni menghadirkan perajin sulam yang tengah menyulam diatas selembar kain batik tenun Inuh. Kain dengan corak serupa kain tenun, namun dengan gambar kapal dan cumi-cumi yang sangat khas.  Sementara perajin lain tengah asyik menyulam diatas selembar kain yang berbeda.

Menurut Winarni, agar nilai batik tenun Inuh semakin tinggi, maka kemudian disulam tapis. ‘’Ini salah satu upaya agar pecinta fesyen semakin tertarik dengan batik tenun Inuh. Sebab dengan disulam tapis, batik tenun Inuh ini akan semakin terlihat mewah. Harganyapun kemudian melonjak berkali lipat dibandingkan batik yang tidak ditapis,’’ jelas Winarni yang juga seorang pecinta fesyen ini.

Tapis adalah Teknik menyulam menggunakan benang emas di atas media kain. Bukan hanya kain tenun Inuh saja, melainkan juga batik bermotif tenun Inuh, bahkan juga kain dari daerah lain

‘’Untuk memberi ciri khas kabupaten Lampung Selatan, kain yang berasal dari luar Lampung Selatan pun bisa dipercantik dengan disulam tapis. Ini sekaligus untuk menunjukkan bahwa sulam tapis bisa diaplikasikan ke berbagai jenis kain, termasuk kain dari luar Lampung,’’ tutur Winarni.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *