Kebun Edukasi, Ikon Baru Kabupaten Lampung Selatan

JAKARTA,SuaraMerdekaJkt.Com – Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto membuat sebuah gebrakan. Bersama jajarannya, ia menyulap lahan tidur di halaman belakang rumah dinasnya menjadi sebuah Kebun Edukasi yang kemudian ternyata sangat diminati masyarakat. Bukan hanya untuk menikmati keindahan kebun yang baru dibuka pertengahan Maret lalu, tetapi juga berbincang dengan orang nomer satu di Lampung Selatan tersebut.

‘’Salah satu misi Kebun Edukasi memang agar tidak ada jarak antara pemimpin dan masyarakatnya. Dengan mereka datang ke Kebun Edukasi ini, masyarakat akan merasa dekat dengan pemimpinnya, karena Kebun Edukasi ini terletak di halaman belakang rumah dinas bupati,’’ ungkap Nanang Ermanto, kepada SuaraMerdekaJkt.Com saat bertandang ke Lampung Selatan bersama tim Asah Kebaikan, pertengahan minggu lalu.

Kebun seluas 2,5 hektar itu memang dibangun di lahan tidur di bagian belakang rumah dinas Bupati lampung Selatan tersebut. Selama ini lahan tidur tersebut hanya ditumbuhi alang-alang dan berbagai jenis ular hidup didalamnya. Ide membuat Kebun Edukasi muncul saat Kadis Pariwisata datang kepadanya bersama seorang staf yang bergelar insinyur pertanian.

‘’Saya tanya, mengapa seorang insinyur pertanian bergerak di bidang pariwisata, tidak sesuai dengan keilmuannya. Dijawab, bahwa SDM di bidang pertanian berkualitas rendah. Wuah sebagai pemimpin saya tersinggung. Lalu saya tantang para Kepala Dinas untuk membuat sebuah usulan. Mereka lalu mengajukan proposal dengan anggaran miliaran rupiah. Dana darimana?,’’ kenangnya.

Saat itu Nanang tengah menjalani masa transisi sebagai PLT Bupati Lampung Selatan, ia sendiri baru dilantik sebagai bupati setelah memenangkan pilkada pada bulan Februari 2021 yang baru lalu.

Ketika kemudian ia memimpin Satgas Covid-19 ia lalu tergerak untuk segera melakukan hand clearing menggunakan alat berat. Turun tangan langsung memimpin hand clearing, Nanang kemudian mengajak para Kepala Dinas untuk bergotong royong menanam pohon.

BACA JUGA :  TOP DIGITAL Awards 2020: “Digital Tranformation for New Normal Era Solution”

‘’Saya menanam 5 pohon, Sekda 5 pohon, begitu juga saya minta para kepala dinas untuk menanam masing-masing 3 pohon. Dari gotong royong itu, pelan tetapi pasti Kebun Edukasi mulai dibangun,’’ kenang Nanang.

Dengan model gotong royong yang ia terapkan, Nanang sekaligus ingin merubah pola pikir para ASN (Aparat Sipil Negara) ini mempunyai suatu bentuk rasa peduli terhadap daerah dimana ia mengabdi.

‘’Selama ini mereka bekerja begitu-begitu saja, tidak pernah mau melihat nilai tempat yang telah mrk kerjakan. Alhamdulillah dengan gotong royong, tanpa anggaran khusus, ternyata kita bisa juga mendirikan Kebun Edukasi,’’ ungkap Nanang.

Setelah Kebun Edukasi mulai ditanami, ia kemudian kembali mengajak jajarannya untuk memikirkan bagaimana konsep Kebun Edukasi agar tidak menjemukan. Muncul ide membangun taman bermain, gazebo, serta spot-spot yang sangat instagramable. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Lorong cinta. Lorong yang dipenuhi bunga-bunga aneka warn aini memanjang dengan banguanan berbentuk hati. Dari salah satu ujungnya kita bisa memandang kemegahan gunung Rajabasa dari kejauhan.

Berbagai jenis tanaman obat keluarga (toga) seperti jahe dan kencur, juga tanaman khas Lampung Selatan seperti cengkeh dan lada bisa ditemukan disana. Pun berbagai jenis buah seperti sirsak, timun suri, melon dan semangka. Saat berkunjung, SuaraMerdekaJkt,com sempat menikmati manisnya buah semangka yang baru dipetika dari Kebun Edukasi.

Selain berbagai jenis tanaman, Kebun Edukasi juga dilengkapi dengan berbagai jenis burung yang ditempatkan di kendang khusus.

‘’Kita ingin Kebun Edukasi ini menjadi ikon baru Lampung Selatan. Merupakan tempat belajar bagi anak-anak TK hingga SMA dan percontohan bagi ibu-ibu PKK mengenai pemanfaatan lahan tidur,’’ jelasnya.

Kendati belum sepenuhnya selesai dikejarkan, namun Kebun Edukasi telah menjadi ikon baru kabupaten Lampung Selatan. Itu terbukti dengan banyaknya kunjungan yang dilakukan oleh masyarakat. Mereka terlihat begitu menikmati suasana nyaman yang diciptakan dari kebun tersebut.

BACA JUGA :  Dies Natalis ke 33 " Usahid konsisten dalam menjalankan peran, memajukan pendidikan di Indonesia”

Bukan hanya tanaman dan binatang, Kebun Edukasi juga diperindah dengan lukisan mural di dinding sekeliling kebun. Mural tersebut merupakan hasil lomba yang diikuti tidak hanya warga lampung Selatan tetapi juga masyarakat dari Yogyakarta, Jakarta, Banten dan Palembang. Jangan khawatir, bila merasa haus dan lapar, Kebun Edukasi juga menyiapkan kantin yang berisi aneka jajanan khas Lampung Selatan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *