Bangga dan Terharu Henry Indraguna, Kader Golkar Ini Menerima Marga Purba

BRASTAGI,SuaraMerdekaJkt.com – Politisi yang juga advokat kondang, Henry Indraguna merasa bahagia dan bangga berkumpul bersama masyarakat adat Batak. Pasalnya, Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini baru saja menerima penghargaan dari warga Batak Karo bersama istri tercinta Fangky Christina Hartati.

Proses secara tradisi pemberian marga  kepada seseorang sekali pun bukan keturunan suku Batak Karo tapi banyak berkontribusi bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat adat Karo tetap digelar dan moment ini dilangsungkan di Balai Zeqita Brastagi, Kota Brastagi, Sumatera Utara (Sumut).

Pemberian marga dilakukan dengan cara mengangkat seseorang yang bukan keturunan Batak dari keluarga keturunan Batak yang telah ditunjuk.

Henry Indraguna secara pribadi terkesan dan mengucapkan terima kasih serta apreasiasi tinggi dengan pemberian Marga Purba, karena perjalanan hidup dan pertemanan lebih dari sahabat dengan seseorang teman bermarga Purba semasa mudanya.

“Setelah diangkat dan diberi marga Purba, saya dianggap sebagai bagian dari keturunan sah dan berhak menyandang salah satu marga Purba di Batak Karo. Saya sangat bangga sekali,” ungkap Henry yang juga Plt Ketua Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) DPP Partai Golkar di Balai Zeqita Brastagi, Kota Brastagi, dalam siaran pers yang diterima SuaraMerdekaJkt.com kemarin.

Atas semua proses pemberian marga tersebut, advokat dan politisi yang juga dekat dengan senior Golkar asal Sumut, seperti Akbar Tandjung, Luhut Binsar Panjaitan dan senior Kosgoro 1957, HR Agung Laksono ini sangat bangga dan terharu. Dia mengaku akan patuh dan mentaati adat istiadat Batak Karo.

“Saya mengucapkan terima kasih atas semua proses ini. Sumatera Utara telah menjadi rumah kedua bagi saya,” ucap Henry dengan penuh suka cita.

Tokoh adat telah memutuskan pemberian marga kepada Henry, melalui Jenda Muli Purba memberikan kepada Henry Indraguna bermarga Purba, menjadi Henry Indraguna Purba.

BACA JUGA :  Calon Penerima Apresiasi Pelaku Budaya Harus Lengkapi Dokumen dan Unggah Karyanya

“Sejak saat ini Henry Indraguna telah menjadi warga Karo yang bermarga Purba, bere-bere Tarigan. Setelah menjadi warga Karo, semoga saudara Henry Indraguna dapat menjaga nilai-nilai budaya Karo dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pemberi Marga Jenda Muli Purba didampingi Kalimbubu Indra Sakti Tarigan Sibero dan Anak Beru Wimpi Sembiring.

Begitu juga pemberian marga untuk istri Henry Indraguna diberi marga di Batak Karo menjadi tambahan dibelakang namanya Tarigan.

Karena Henry sudah berkeluarga maka prosesnya berbeda dengan yang masih sendirian atau lajang.

“Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk mendapatkan gelar, sebelum pemberian gelar seharusnya diberi marga terlebih dahulu,” ujar pemandu acara saat pemberian marga di lokasi.

Pemandu menjelaskan, pemberian marga adat batak merupakan sesuatu yang besar, sakral, dan biasanya bakal digelar pesta adat.

“Ada pesta yang besar dan ada yang kecil, tergantung orangnya yang membutuhkan,” ucap Pemandu. Setelah mendapat marga, orang tersebut baru bisa mendapat gelar atau penghargaan. Ada konsekuensi dan tanggung jawab moral yang harus dilakukan.

“Jika ada pesta, orang ini harus menghadirinya. Dia harus siap menghadirinya, mewakili marga yang sudah didapat. Dan proses ini adalah sesuatu yang sangat terhormat di adat kami di Batak,” tuturnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *