Bupati Gunungkidul Sunaryanta; Sodakohkan Gaji Pertama.

Bupati Sunaryanta. (SM/BB).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Gunungkidul, salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, terus membenahi dirinya. Di tangan Bupati Sunaryanta, diharapkan Kabupaten ini akan makin menunjukkan perkembangan signifikan.

Dalam kunjungannya di Jakarta, Sunaryanta menjelaskan sejumlah langkahnya untuk memajukan Kabupatennya. Dengan berbagai langkah konkritnya. Seperti memberdayakan jualan pariwisata, yang banyak terdapat di kabupaten yang pusat pemerintahannya di Kapanewon Wonosari ini.

“Langkah terdekat, pariwisata mulai bangkit. Selama liburan tiga hari ke belakang, 50-an ribu pengunjung mendatangi di berbagai destinasi di Gunungkidul. Di pantai Selatan ada 100 tempat wisata. Di zona tengah, ada banyak 110 lebih. Yang belum dieksplorasi sepenuhnya,” kata
Sunaryanta di Pulau Dua, Senayan Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Pensiun dini dari dinas kemiliteran dengan pangkat terakhir Mayor AD. Sunaryanta yang mengaku 18 tahun berdinas di Jakarta, diantara sebagai ajudan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, berharap Kabupaten Gunungkidul makin berkibar di bawah kendalinya.

“Secara resmi saya baru menjabat Bupati selama satu bulan satu Minggu. Baru melihat dan mengkonsolidasikan terlebih dahulu. Sebelum mewujudkan banyak program yang ada di benak saya,” imbuh dia.

Sementara ini, imbuhnya, dia terus membangun komunikasi dengan kepala daerah yang beririsan dengan wilayah kerjanya.

Seperti gagasan pengembangan Pawon 1, dengan kawankawan dua kabupaten jiran, yaitu Pacitan, Wonogiri dan Wonosari, untuk pengembangan kawasan. “Semoga menjadi kawasan Ekonomi khusus atau terbatas,” imbuh putra daerah asli Gunungkidul ini.

Dia menambahkan, pengabdian dapat di lakukan di mana mana. Bukan hanya di TNI dan Polri. “Ini juga sebentuk pengabdian politik,” katanya lagi.

Terkait pengembangan pariwisata di Gunungkidul, dia senantiasa mengutamakan pemenuhan protokol kesehatan.

“Setiap kita melangkah, apalagi terkait dengan pariwisata, harus ada prokes yang jelas di sana. Di Gunungkidul sudah kita lakukan. Juga termasuk sosialisasi. Ini konsep dasar, untuk pariwisatanya,” katanya sembari meyakini semua kendala bisa diatasi. Karena kita tidak berdiri sendiri.

BACA JUGA :  SOGO Berdonasi untuk Puskesmas.

Meski demikian, menjalankan pariwisata di daerah bukan tanpa kendala. “PR-nya cukup besar, tapi hasilnya diharapkan juga besar. Untuk itu pencegahan dan antisipasi kepada pengelola pariwisata, untuk menegakkan prokes kesehatan kita galakkan. Kita akan terus mengingatkan, agar tidak terjadi cluster baru,” katanya sembari meyakini kesiapan pemerintah daerahnya sudah cukup baik.

Bahkan kesiapan pembukaan sekolah tatap muka juga sudah dilakukan.

“Prediksi dan langkah kita sudah bagus. Termasuk kita tidak akan bisa mengontrol 100 persen pemudik. Tapi kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah, untuk mendirikan posko-posko. Agar kita dapat mendata keluar masuk penduduk ke dan dari wilayah kami,” terangnya.

Selain itu, tata kelola pemerintahan dia janjikan akan diagulirkan sebaik mungkin, dengan keberanian dan ketegasan, yang sesuai aturan.

Sunaryanta yang mengaku tidak mengambil gaji pertamanya, melainkan digunakan untuk makan bareng dengan tenaga harian lepas, yang jumlahnya hampir 1000 orang. Berharap akan memberikan dampak bagus bagi perkembangan Kabupaten Gunungkidul.

“Gaji berikutnya akan saya kembalikan kepada masyarakat. Ini sebentuk kepedulian saya kepada masyarakat. Nanti akan ada yang mengelola,” pungkasnya sembari berjanji akan terus membenahi dan memperbaiki tata kelola di Kabupatennya. Dari SDM hingga penyempurnaan fasilitas publik. Juga sistem dan regulasi yang ada. (Bb-69).

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *